Dunia Energi Logo Minggu, 17 Desember 2017

Universitas Pertamina Berikan Beasiswa pada 191 Mahasiswa Baru

JAKARTA – Sebanyak 1.235 mahasiwa baru diterima oleh Universitas Pertamina tahun akademik 2016/2017. Sekitar 15% atau 191 mahasiswa di antaranya diterima melalui jalur beasiswa untuk kuliah pada 15 program studi yang ada di Universitas Pertamina.

Di samping pemberian beasiswa, Universitas Pertramina juga menawarkan pembebasan Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) kepada 164 orang dan keringanan biaya kuliah sebesar 50 persen kepada 194 mahasiswa. Para mahasiswa berasal dari 33 provinsi di Tanah Air dengan Jawa Barat menjadi daerah asal mahasiwa terbanyak, yaitu 333 orang.

“Para mahasiswa baru Universitas Pertamina adalah putra-putri terbaik yang terpilih setelah mengikuti tes masuk dengan tingkat persaingan yang sangat ketat,” ujar Rektor Universitas Pertamina Akhmaloka dalam sidang terbuka penerimaan mahasiswa baru Universitas Pertamina tahun akademik 2016/2017 di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (15/8).

Hadir dalam proses penerimaan mahasiwa baru Universitas Pertamina selain jajaran rektor dan civitas akademik Universitas Pertamina, juga Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro, Rektor Institut Teknologi Bandung Kadarsyah Suryadi, Rektor Universitas Indonesia Muhammad Anies, serta jajaran direksi dan manajemen Pertamina.

Akhmaloka mengatakan Universitas Pertamina hadir tidak hanya untuk untuk membangun dan mengembangkan sumber daya manusia serta ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai sarana yang menjembatani antara kebutuhan industri yang ada di masyarakat dengan pengembangan inovasi yang ada di perguruan tinggi.

Demi memberikan akses pendidikan bagi semua kalangan, menurut Akhmaloka, Pertamina memberikan beasiswa yang terdiri atas tiga kategori, yaitu Beasiswa Ekonomi Universitas Pertamina (BEUP) mahasiswa yang berasal dari keluarga tidak mampu, beasiswa undangan, dan beasiswa prestasi yang diseleksi melalui lomba karya kreatif dan inovatif.

“Lomba karya kreatif dan inovatif bagi ini terdiri atas tiga kategori, yaitu lomba karya ilmiah, lomba desain grafis, dan lomba aplikasi digital dan diselenggarakan pada 7 April–15 Juli 2016,” ujarnya.

Eman Sulaeman Nasim, Ketua Dewan Juri Lomba Karya Kreatif dan Inovatif Pertamina, mengatakan peserta peserta Lomba Karya Kreatif dan Inovatif lebih dari 150 orang dari tiga kategori. Sebanyak 14 orang ditetapkan sebagai pemenang, masing-masing lima pemenang untuk kategori lomba karya ilmiah dan desain grafis serta empat pemenang untuk aplikasi digital.

“Mereka memang pantas untuk mendapatkannya karena selain hasil karya tulis, desain grafis serta karya aplikasi digital juga nilai akademis selama SMA atau SMK memang bagus. Dengan demikian kreativitas mereka seiring sejalan dengan kecerdasan,”ujar Eman.

Alyosius mengatakan salah satu tantangan BUMN ke depan adalah mengatasi ketidakmerataan hasil pembangunan, menciptakan ketahanan energi dan pangan, infrastruktur dan industri dasar, akses layanan keuangan serta pengembangan SDM. Karena itu sangat diperlukan adanya koneksitas di antara BUMN dalam menyediakan SDM yang siap mendukung percepatan roadmap BUMN dalam perguruan tinggi.

“Kami mengapresiasi kehadiran Universitas Pertamina yang fokus pendidikannya untuk menghasilkan SDM yang mumpuni yang bisa berkiprah dalam pengembangan sektor energi di Tanah Air di masa depan,” jelas dia.

Wisnuntoro, Sekretaris Perusahaan Pertamina, menjelaskan Pertamina tidak ingin anak-anak berprestasi tidak bisa melanjutkan pendidikan hanya karena kendala biaya. Apalagi Pertamina memiliki perwakilan di seluruh Tanah Air sehingga mempermudah penjaringan.

“Kami juga punya CSR sehingga berbeda dengan perguruan tinggi yang dimiliki oleh BUMN, kami punya jaringan yang lebih banyak. Kami berharap kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh anak-anak penerima beasiswa,” katanya.

Universitas Pertamina berdiri pada 1 Februari 2016 sebagai bentuk tanggungjawab sosial PT Pertamina (Persero) di bidang pendidikan. Universitas Pertamina adalah perguruan tinggi di Indonesia dengan yang kurikulumnya dibuat khusus berbasis industri energi. Program studi yang dikelola oleh perguruan tinggi swasta ini adalah Teknik Geologi, Teknik Geofisika, Teknik Perminyakan, Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Kimia, Teknik Logistik, Manajemen, Ekonomi, Teknik Sipil, Teknik Lingkungan, Kimia, Ilmu Komputer, Ilmu Hubungan Internasional, dan Ilmu Komunikasi.(AP/EA)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)