Dunia Energi Logo Sabtu, 16 Desember 2017

Tragedi Tambang Emas Big Gossan; 21 Tewas 7 Masih Dalam Pencarian

Pencarian korban di Big Gossan: karena terbatasnya ruang gerak dan risiko runtuh susulan, Tim penyelamat menggunakan peralatan ringan seperti kereta dorong, alat penghancur batu manual, dan gergaji.

Pencarian korban di Big Gossan: karena terbatasnya ruang gerak dan risiko runtuh susulan, Tim penyelamat menggunakan peralatan ringan seperti kereta dorong, alat penghancur batu manual, dan gergaji.

MIMIKA – Hingga Selasa, 21 Mei 2013, sebanyak 31 korban telah dievakuasi dari reruntuhan tambang emas bawah tanah “Big Gossan” di Mimika, Papua. Dari jumlah itu, 10 diantaranya selamat, 21 tewas, dan tujuh pekerja lainnya yang tertimbun masih dalam pencarian.

Pada Selasa pagi pukul 08.00 WIB, PT Freeport Indonesia melaporkan, tim penyelamat yang dikerahkannya telah berhasil mengevakuasi empat lagi pekerja yang tertimbun di reruntuhan terowongan tambang Big Gossan.

Empat korban yang baru ditemukan itu, semuanya sudah dalam kondisi tewas. Nama korban yang meninggal tersebut adalah Suleman, Amir Tika, Gito Sikku, dan Lewi Mofu. Sehingga status terkini jumlah korban yang tertimbun reruntuhan Big Gossan totalnya 38 orang, 10 orang selamat, 21 korban meninggal dunia, dan tujuh belum ditemukan.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto mengatakan, ia dan segenap jajarannya tidak akan beristirahat dan berupaya, sebelum seluruh korban reruntuhan tambang bawah tanah Big Gossan berhasil dievakuasi dan penyebab musibah tragis itu terungkap. 

“Kami tidak akan beristirahat, sampai kita menemukan bagaimana peristiwa tragis seperti itu bisa terjadi, dan mengambil semua tindakan yang mungkin untuk memastikan bahwa itu tidak akan terjadi lagi. Keselamatan adalah prioritas utama kami, dan pekerja adalah aset kami yang paling penting,” ujarnya.

Sebagai wujud dukungan untuk anggota keluarga korban, selama masa evakuasi dan pemulihan korban selamat, para karyawan Freeport Indonesia memberikan segala bentuk bantuan dan dukungan yang diperlukan untuk setiap keluarga. Termasuk penyediaan makanan, akomodasi, transportasi, dan kebutuhan harian lainnya.

Selain itu, digelar pula doa bersama untuk para korban dan keluarganya, yang dihadiri oleh ratusan karyawan dan keluarga besar eks-karyawan PT Freeport Indonesia. Doa bersama itu telah dilakukan di lokasi tambang Freeport di Tembagapura, Mimika, pada 19 Mei 2013, Kuala Kencana- Papua pada 20 Mei 2013, dan di Jakarta pada 20 Mei 2013.

(Iksan Tejo / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)