Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Total E&P dan Serikat Pekerja Teken Perjanjian Kerja Bersama Periode 2013-2015

Presiden Director & General Manager Total E&P Indonesie, Elisabeth Proust (kanan) dan Ketua Serikat Pekerja Nasional Total E&P, Fauzan Muttaqin, usai menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ke-6 Periode 2013-2015.

Presiden Director & General Manager Total E&P Indonesie, Elisabeth Proust (kanan) dan Ketua Serikat Pekerja Nasional Total E&P, Fauzan Muttaqin, usai menandatangani Perjanjian Kerja Bersama ke-6 Periode 2013-2015.

JAKARTA – Total E&P Indonesie (TEPI) dan Serikat Pekerja Nasional Total E&P Indonesie (SPNTI) menandatangani Perjanjian Kerja Bersama (PKB) 2013-2015, yang merupakan PKB ke-6, pada Kamis, 18 Juli 2013, di Jakarta.

Presiden Direktur & General Manager Total E&P Indonesie, Elisabeth Proust menyampaikan apresiasi kepada SPNTI maupun tim perunding dari perusahaan, karena PKB ke-6 yang baru diteken ini merupakan sukses bersama.

“Kami memandang penting peran dialog dan komunikasi dalam membangun kesepahaman, rasa percaya dan mengatasi tantangan yang ada. Total E&P Indonesie sangat mendorong terciptanya komunikasi yang terbuka, transparan dan usulan yang konstruktif demi kemajuan bersama,” katanya.

Dari pihak manajemen Total E&P Indonesie penandatangan adalah President Director & General Manager, Elisabeth Proust, sedangkan dari pihak SPNTI diwakili oleh ketuanya, Fauzan Muttaqin, dengan disaksikan oleh Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial, Kemenakertrans, R. Irianto Simbolon.

Sebagaimana diketahui, PKB tersebut direvisi setiap dua tahun sekali yang melibatkan tim perunding dari perusahaan maupun serikat pekerja. Dengan demikian PKB 2013-2015 merupakan wujud nyata hubungan industrial yang harmonis antara perusahaan dan seluruh pekerja, dalam upaya bersama untuk mewujudkan produktivitas dan kesuksesan bersama. SPNTI maupun PKB Total E&P INDONESIE merupakan salah satu serikat pekerja dan PKB pertama dalam industri hulu migas di Indonesia.

Sejumlah hal yang tercakup dalam PKB ke-6 itu antara lain peningkatan kesejahteraan pekerja, aspek keselamatan dan kesehatan kerja, aspek hubungan industrial, serta dukungan atas program work life balance.

Beroperasi Sejak 1986

Total adalah perusahaan minyak dan gas bumi (migas) telah beroperasi di Indonesia sejak 1968 dengan proyek utama pada saat itu di blok lepas pantai Mahakam (50% saham, sebagai operator) di Kalimantan Timur meliputi lapangan-lapangan gas Peciko, Tunu dan South Mahakam. Total juga menjadi operator di lapangan gas Sisi-Nubi dengan saham 47,9%.

Total Group sendiri merupakan produsen dan operator lapangan gas terbesar di Indonesia yang saat ini memasok 80% kebutuhan gas kilang LNG Bontang. Produksi Total di Indonesia pada 2012 mencapai 132,000 boe (barrel equivalen minyak) per hari.

Selain Mahakam PSC, Total pun memiliki saham di Sebuku PSC (lepas pantai Kalimantan Timur) dengan produksi awal dari lapangan Ruby dijadwalkan pada akhir 2013 dan mengembangkan portfolio eksplorasi yang luas dengan memiliki saham di Arafura dan Amborip PSC (Laut Arafura), Sageri, South Sageri, Sadaang dan South Mandar PSC (laut dalam Makassar Selatan) dan, Kutai II dan Kutai Timur CBM PSC (Kalimantan Timur).

Total juga merupakan operator dari South East Mahakam, Telen (lepas pantai Kalimantan Timur), dan Bengkulu I – Mentawai PSC (lepas pantai Sumatra Barat). Di Telen dan Bengkulu I – Mentawai PSC, Total memegang 100% saham.

Ciptakan 22.000 Lapangan Kerja

Sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) di Indonesia, Total terlibat aktif dalam pemberdayaan dan pengembangan kapasitas masyarakat yang tertuang dalam berbagai program pendidikan dan riset, kesehatan dan nutrisi, pemberdayaan ekonomi, serta pelestarian lingkungan dan pengembangan energi alternatif.

Upaya-upaya ini sejalan secara konsisten dengan komitmen Total dalam menjawab tantangan pembangunan yang berkelanjutan. Komitmen Total lainnya untuk Indonesia adalah melalui program-program pengembangan sumber daya manusia, yaitu program pengembangan tenaga kerja nasional dan tenaga kerja nasional pada tingkat manajerial melalui berbagai pelatihan dan penugasan-penugasan internasional, serta pengembangan karir bagi pegawai-pegawai baru.

Kepala Departemen Hubungan Media Total E&P Indonesia, Kristanto Hartadi mengungkapkan, saat ini Total juga terus memperluas kerjasama dengan pengusaha-pengusaha nasional, dan meningkatkan penciptaan lapangan kerja secara tak langsung secara signifikan, yang saat ini mencapai 22.000 lapangan pekerjaan pada lokasi-lokasi industri dimana Total beroperasi.

(Abraham Lagaligo /abrahamlagaligo@gmail.com)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)