Dunia Energi Logo Senin, 20 November 2017

Tiga Sumur Eksplorasi di Indonesia Timur Temukan Cadangan Migas

Kegiatan eksplorasi di salah satu blok migas di timur Indonesia.

JAKARTA – Upaya mengembangkan potensi minyak dan gas bumi (migas) di wilayah timur Indonesia mulai menunjukkan hasil yang signifikan, dengan ditemukannya cadangan ekonomis pada tiga sumur eksplorasi sepanjang Januari – Februari.

Seperti diungkapkan Kepala Divisi Eksplorasi, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Nugrahani, pada Periode Januari – Februari 2013, pengeboran tiga sumur eksplorasi di wilayah Indonesia Timur berhasil menemukan cadangan migas yang siap dikembangkan.

Ketiga sumur itu adalah sumur South Kecapi-1 – Blok Bontang, dengan operator Salamander Energy Pte Ltd di lepas pantai Kalimantan Timur. Kedua, sumur North Klalin-3 – Blok Bermuda, dengan operator Petrochina International di Salawati. Ketiga, Sumur Ajek-1 dengan operator Niko Resources di blok Kofiau, Raja Ampat, Papua Barat.

“Hasil uji kandungan lapisan sumur South Kecapi-1 berhasil mengalirkan minyak 6.000 barel per hari dan gas 8 juta kaki kubik per hari. Sumur North Klalin-3 berhasil menembus lapisan reservoir setebal 93 kaki dengan hasil uji kandungan lapisan mengalirkan gas 7,8 juta kaki kubik per hari, dan kondensat 240 barel per hari. Sumur Ajek-1 berhasil menunjukkan adanya gas,” ujarnya di Jakarta, Selasa, 12 Maret 2013.

Nugrahani menambahkan, selama 2012 telah dilakukan pengeboran sumur taruhan eksplorasi (wildcat) sebanyak 60 sumur. Dari jumlah itu, sebanyak 28 sumur menemukan hidrokarbon. Rinciannya, lima sumur menemukan minyak, 13 sumur menemukan gas, dan 10 sumur menemukan minyak dan gas.

“Rasio sukses 46 persen,” kata dia sembari menambahkan secara geologi, faktor utama ketidakberhasilan penemuan adalah migrasi hidrokarbon dan keberadaan reservoir.

Berdasarkan data SKK Migas, dalam periode 2010 – 2012 telah dilakukan pengeboran sumur eksplorasi sebanyak 165 sumur. Sebanyak 71 sumur dari 165 sumur yang telah dibor tersebut berhasil menemukan hidrokarbon. Rasio sukses pengeboran sumur eksplorasi  di Indonesia periode 2010–2012 rata-rata 43 persen. “Tren rasio sukses menunjukan kenaikan,” kata dia.

Nugrahani menjelaskan, pada tahun 2013, sebanyak 144 sumur eksplorasi migas direncanakan akan dibor, yang terdiri dari 88 sumur onshore (darat) dan 56 sumur offshore (laut).

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)