Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Tergerus Harga, Laba PT Timah Anjlok

JAKARTA – Nasib kurang baik sedang dialami PT Timah Tbk sepanjang Semester I-2012. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang listing di Bursa Efek Indonesia dengan kode TINS ini, mengalami penurunan laba bersih. Dari sebelumnya Rp 689 miliar di Semester I-2011, anjlok menjadi Rp 336 miliar di Semester I-2012. Penyebabnya adalah turunnya harga logam timah di pasar dunia.

Sekretaris perusahaan PT Timah, Agung Nugroho menyebutkan, sepanjang Semester I-2012 harga jual timah hanya sekitar USD 22.565 per metrik ton (MT), lebih rendah 24% dibandingkan harga periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD 29.541 per MT. Harga tertinggi logam timah di London Metal Exchange (LME) pada Semester I-2012 adalah USD 25.650 per MT, dan terendah USD 18.375 per MT.

Ia menambahkan, harga rata-rata logam timah di LME pada Januari – Juni 2012 adalah USD 21.791 per MT. Harga rata-rata di LME ini turun 25% lebih dibandingkan periode sebelumnya USD 29.337 per MT. Sampai akhir pekan lalu pun, harga logam timah belum beranjak naik. “Sampai pekan lalu, 27 Juli 2012 harga timah masih di posisi USD 17.700 per MT,” kata Agung di Jakarta, Senin, 30 Juli 2012.

Untungnya, PT Timah sedikit tertolong oleh kurs atau nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD). Pada akhir Semester I-2012 kurs berada di posisi Rp 9.480 per USD, atau 10% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu, yakni Rp 8.597 per USD.

Bukan hanya laba PT Timah yang turun, produksi bijih timah BUMN ini sepanjang Semester I-2012 juga turun menjadi 16.839 ton sn, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 17.701 ton sn. Sedangkan produksi logam timah sampai dengan akhir Juni sebesar 14.984 MT, lebih rendah 19% dari Semester I-2011 sebesar 18.455 MT. Sementara untuk penjualan tidak jauh beda, sekitar 17.236 MT.

Akibat dari turunnya harga ini, Agung mengungkapkan laba kotor PT Timah sepanjang enam bulan pertama 2012 menurun. Yakni dari Rp 1,25 triliun di Semester I-2011, menjadi Rp 790 miliar di Semester I-2012. Turunnya laba kotor ini jelas berpengaruh pada total laba bersih yang diraup perseroan.

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)