Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

Tambang MHU Perpanjang Kontrak Anak Usaha ABMM USD 206 Juta

Kegiatan penambangan batubara oleh PT Cipta Kridatama.

Kegiatan penambangan batubara oleh PT Cipta Kridatama.

JAKARTA – Kontraktor pertambangan PT Cipta Kridatama hari ini, Senin, 9 September 2013, menandatangani perpanjangan kontrak dari PT Multi Harapan Utama (MHU) senilai USD 206 juta. Anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) ini dipercaya kembali mengerjakan kegiatan penambangan batubara MHU di Kutai Kertenegara, Kalimantan Timur, hingga lima tahun ke depan.

Penandatanganan kontrak tersebut dilakukan oleh Yovie Priadi, Direktur Utama PT Cipta Kridatama dengan Boedi Santoso, Direktur Utama PT Multi Harapan Utama, serta Achmad Zuhraidi, Direktur PT Multi Harapan Utama. Cipta Kridatama diminta mengerjakan tambang MHU hingga berakhirnya masa Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) MHU di Kutai Kertanegara.   

MHU merupakan perusahaan tambang batubara pemegang PKP2B generasi pertama, dengan perubahan menjadi No. 56.K/30/DJB/2008 tanggal 31 Maret 2008. MHU juga memperoleh izin lainnya termasuk Izin Pinjam Pakai Kawasan Hutan (IPPKH).

“Penandatanganan kontrak ini adalah kabar baik yang kami nantikan, karena akan berlangsung untuk jangka waktu yang panjang hingga masa tambang berakhir. Nilai kontrak awal berlangsung lima tahun dan untuk tahun selanjutnya akan kami kaji ulang bersama,” ujar Yovie.

Melalui kontrak tersebut, Cipta Kridatama akan memberikan layanan jasa pertambangan seperti pengupasan lapisan pucuk tanah dan tanah penutup, pengangkutan batubara, penyewaan alat berat serta pemeliharaan infrastruktur jalan angkut batubara untuk dua pit tambang batubara MHU yang terletak di Tanjung Laung dan Loa Kulu, Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Tambang MHU memiliki kualitas batubara yang beragam (multi rank) dari kalori menengah hingga kalori tinggi, dengan cadangan batubara yang besar. Melalui kontrak tersebut, target produksi pengupasan lapisan pucuk tanah dan tanah penutup untuk kurun waktu lima tahun pertama, mencapai 107 juta bcm dan produksi batubara mencapai 9 juta metrik ton.

Hasil produksi yang dihasilkan adalah untuk dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri dan ekspor ke beberapa negara di Asia.”Kerjasama antara MHU dan Cipta Kridatama merupakan titik pencapaian dalam pengembangan bisnis kedua perusahaan,” tambah Yovie.

Dengan manajemen baru MHU yang memiliki pengalaman dalam bidang industri pertambangan, serta komitmen Cipta Kridatama untuk memberikan layanan terbaik bagi mitra usaha perusahaan, Yovie optimis kerjasama ini akan membawa nilai tambah bagi kedua perusahaan.

Didukung 3.400 Karyawan

PT Cipta Kridatama didirikan pada 8 April 1997 dan merupakan salah satu perusahaan penyedia jasa pertambangan batubara terbesar di Indonesia. Anak usaha ABMM ini menyediakan layanan lengkap, “dari tambang ke pelabuhan” (from pit to port), untuk produsen-produsen besar batubara di Indonesia.

Didukung lebih dari 3.400 karyawan yang kompeten di bidangnya, tak kurang dari 624 unit alat berat, serta peralatan penunjang aktivitas penambangan, Cipta Kridatama beroperasi sesuai izin usaha jasa pertambangan No. 904/30/DJB/2011 tertanggal 4 Juli 2011.

“Perolehan ISO 9001:2008, OHSAS 18001:2007, dan ISO 14001:2004 menjadi bukti komitmen CK mempraktekkan dan mempertahankan standar tertinggi kinerja manajemen, keselamatan, kesehatan kerja, dan pengelolaan lingkungan,” jelas Yovie.

PT ABM Investama Tbk sendiri merupakan  perusahaan energi terintegrasi untuk investasi strategis, dengan fokus pada sumber daya (resources), jasa (services), dan infrastruktur (infrastructure). Terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode ABMM, perusahaan ini menyediakan solusiyang berfokus pada tiga unit bisnis utama, yaitu penambangan batubara, jasa kontraktor pertambangan, dan tenaga listrik dengan dukungan engineering services dan logistik terintegrasi.

PT ABM Investama Tbk merupakan bagian dari Grup Tiara Marga Trakindo (TMT), salah satu kelompok bisnis nasional terbesar di Indonesia, yang telah 40 tahun berkecimpung di industri alat berat. Hingga saat ini TMT merupakan pemimpin penyedia jasa untuk sektor energi.

(Iksan Tejo / duniaenergi@yahoo.co.id)   

Komentar

  1. syafruddin Dawing mengatakan:

    sebagai keetua team penuntut HGU PT.BDAM, mengharapkan manejent baru PT.MHU memperhatikan keadaan masyarakat Dayak sekitar Kec. Loa Kulu ( Sumber rejeki ), tanah kami telah dirampas kemerdekaan NKRI, sehingga orang dayak dimiskinkan oleh kebijakan pemerintah Pusat ( Tanah dihargai murah ketimbang Transmigarasi ) padahal orang transmigrasi dapat tanah rampasan tanpa membeli oleh pemerintah pusat ( masyarakat dayak membuat tempat ibadah ditanah sendiripun dipersulit aturan jajahan NKRI. untuk mendapatkan tanah asramapun untuk anak2 dayak yang ingin sekolah begitu sulit. Ini Perlu diperhatikan mgt mhu jika ingin kerja tidak sebagai penjajah ditanah kami yg bekan hasil hibah NKRi ( pulau jawa, tapi semua manusia yg punya bahasa pasti diberikan tanah masing-masing oleh Tuhan YME. 350 tahaun dijajah belanda SDA tanah kami masih utuh, 69 thn ikut NKRI hutan sudah ludes, BBM langka dan mahal pendidikan tertinggal, mengambil kayu untuk buat rumah ditangkap dan dipenjara….sungguh kejam dan diskriminative NKRI ini….

  2. yanto mengatakan:

    Sebaikx prusahaan yg memamfaatkan tanah masyarakat tempatan jgn di kendalikan managemen asing yg tak peduli akan kepentingan sosial

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)