Dunia Energi Logo Jumat, 17 November 2017

Tak Terpengaruh Rumor, Budi Ibrahim Dilantik Untuk 2 Jabatan di SKK Migas

Lobi kantor SKK Migas.

Suasana lobi kantor SKK Migas.

JAKARTA – Rumor seputar akan dipromosikannya dua orang yang berjasa membongkar suap Kernel Oil Pte Ltd kepada Kepala SKK Migas non aktif, Rudi Rubiandini, rupanya tak berpengaruh terhadap rencana pergantian pimpinan di lembaga itu. Budi Ibrahim, yang namanya disebut-sebut dalam rumor tersebut, benar-benar dipromosikan ke jajaran pimpinan, bahkan untuk dua jabatan sekaligus.  

Budi Ibrahim, yang sebelumnya menjabat Kepala Divisi Manajemen Sistem Informasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), hari ini dilantik dan naik pangkat untuk memegang dua jabatan sekaligus. Yakni sebagai Pengawas Internal SKK Migas, sekaligus Ketua Tim Perbaikan dan Pengawasan Tata Kelola Yang Baik di lembaga itu.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SKK Migas, Johannes Widjonarko, pembentukan “Tim Perbaikan dan Pengawasan Tata Kelola Yang Baik SKK Migas”, merupakan bagian dari intruksi Komisi Pengawas SKK Migas yang diketuai Jero Wacik. Tim itu dibentuk melalui  Surat Keputusan (SK) Nomor 0208/SKKO0000/2013/SO. Dalam SK itu, disebutkan Tim Perbaikan dan Pengawasan diketuai oleh Pengawas Internal.

Budi Ibrahim dilantik oleh Johannes Widjonarko sebagai Pengawas Internal SKK Migas pada Senin, 26 Agustus 2013, di salah satu ruangan gedung kantor SKK Migas, lantai P9, Gedung City Plaza (Komplek Wisma Mulia), Jl Gatot Subroto, Jakarta. Ia menggantikan Pengawas Internal sebelumnya, Priyo Widodo.

Ikut dilantik bersama Budi, Lambok Hamonangan Hutauruk sebagai Deputi Pengendalian Dukungan Bisnis, menggantikan Gerhard Maarten Rumeser. Juga Budi Agustyono menjadi Deputi Pengendalian Keuangan, menggantikan Akhmad Syakhroza.

Sebelumnya beredar rumor bahwa saat ini sedang berlangsung deal (perjanjian) khusus antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik yang juga Ketua Komisi Pengawas SKK Migas, dengan oknum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Deal ini berkaitan dengan posisi Jero yang makin terjepit dalam kasus suap Kernel Oil ke Kepala SKK Migas non aktif, Rudi Rubiandini.

Apalagi setelah penyidik KPK menemukan uang sejumlah USD 200.000 di ruang Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian ESDM, Waryono Karno, saat penggeledahan dua pekan lalu. Untuk itu, maka Jero Wacik yang juga Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat, berusaha menyelamatkan posisinya sekaligus memulihkan nama baik SKK Migas.

Caranya, melalui Johanes Widjonarko selaku Plt Kepala SKK Migas dibuatkan deal dengan oknum KPK, melalui Lambok Hutauruk. Deal-nya, kasus suap SKK Migas dilokalisir hanya sampai Rudi Rubiandini Cs, lalu Lambok akan diusulkan oleh Johannes Widjonarko ke Menteri ESDM/Ketua Komisi Pengawas SKK Migas, untuk menduduki jabatan Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas.

Bukan hanya Lambok, kabarnya sebagai bagian dari deal itu, Budi Ibrahim yang masih menjabat Kepala Divisi IT SKK Migas, atas permintaan Lambok juga telah diusulkan oleh Johannes Widjonarko ke Jero Wacik, untuk diangkat sebagai Deputi Pengendalian Internal SKK Migas.   

Lambok adalah mantan Direktur Gratifikasi KPK, yang kemudian menjabat Deputi Pertimbangan Hukum BP Migas. Itulah sebabnya, sebut rumor tersebut, selama Lambok menjabat di BP Migas dulu, tidak pernah ada dugaan korupsi BP Migas yang diungkap KPK. Lambok Hutauruk juga disebut-sebut dekat dengan Purnomo Yusgiantoro, yang menjabat Menteri ESDM selama tiga periode, dan sekarang diberi jatah Menteri Pertahanan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Saat BP Migas dibubarkan Mahkamah Konstitusi (MK) dan berubah nama menjadi SKK Migas dan Rudi Rubiandini diangkat sebagai Kepala, November 2012 – Januari 2013 lalu, Lambok tidak mendapat peran apa-apa. Masih menurut rumor tersebut, hal inilah yang membuat Lambok sakit hati, dan melaporkan ke KPK adanya suap Kernel Oil Pte Ltd kepada Rudi Rubiandini. 

Pada beberapa media nasional dua pekan lalu, juga tersebut KPK menyiapkan operasi tangkap tangan kasus suap Kernel Oil ke Rudi Rubiandini, setelah menerima laporan anggota masyarakat. Yakni mantan pejabat KPK yang juga mantan pejabat BP Migas, berinisial LH.

Juru Bicara KPK, Johan Budi memang sudah membantah rumor itu pada Jumat, 23 Agustus 2013. Menurutnya, bukan Lambok Hutauruk yang melaporkan adanya suap Kernel Oil ke Rudi Rubiandini. Ia mengatakan, Lambok sudah lama keluar dari KPK, dan KPK sudah tidak berhubungan dengan Lambok.

Johan juga menegaskan, tidak ada deal apa pun antara KPK dan Plt Kepala SKK Migas, Johannes Widjonarko. KPK, kata Johan, juga telah menggeledah ruang Johannes Widjonarko dan memperoleh bukti terkait kasus suap Kernel kepada Rudi Rubiandini. Ini membuktikan bahwa KPK tidak ada perjanjian apapun dengan Johanes. Jika ada alat bukti, pasti akan diseret tersangka baru,” tandasnya.

Esoknya, Sabtu, 24 Agustus 2013, Ketua KPK, Abraham Samad memastikan, bakal memeriksa Menteri ESDM, Jero Wacik, pekan ini. “Iya, Insya Allah Jero Wacik akan diperiksa minggu depan,” tutur Samad.

Entah ini merupakan upaya untuk menangkis rumor tersebut atau tidak, namun yang jelas pada Jumat sore pekan lalu, Kepala Bagian Humas SKK Migas, Elan Biantoro menyatakan bahwa timnya sudah diperintahkan siaga untuk menghadapi adanya pergantian Deputi. Dan pada Senin siang tadi, pergantian itu pun dilaksanakan.  

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berita terkait:

Rumor Konspirasi Berhembus, Lambok Tetap Dilantik Jadi Deputi SKK Migas :  http://www.dunia-energi.com/rumor-konspirasi-berhembus-lambok-tetap-dilantik-jadi-deputi-skk-migas/

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)