Dunia Energi Logo Rabu, 26 September 2018

Tak Ada Diskresi Pemerintah, Chevron Tinggalkan  Makassar Strait

Tak Ada Diskresi, Chevron Tinggalkan  Makassar Strait

JAKARTA – PT Chevron Pacific Indonesia memutuskan untuk menarik diri dari blok Makassar Strait yang kontraknya akan berakhir pada 2020 mendatang. Perusahaan asal Amerika Serikat itu memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak blok yang merupakan bagian dari proyek Indonesia Deepwater Development (IDD).

Amien Sunaryadi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Tugas Pembinaan Hulu Migas (SKK Migas), mengungkapkan Chevron sempat melakukan kajian untuk melanjutkan kontrak di Makassar Strait. Salah satu mekanisme yang dikaji adalah dengan kombinasi blok tersebut dengan proyek  IDD, lantaran salah satu lapangan di Makassar Strait juga termasuk dalam proyek IDD, yakni lapangan Maha.

Namun berdasarkan hasil kajian ternyata nilai keekonomian pengembangan blok Makassar Strait justru malah menurun. Hasilnya tetap tidak berubah, justru keekonomian proyek IDD lainnya justru ikut menurun.

“Kalau dihitung nett present value (NPV)-nya negatif kalau digabung Rapak dan Ganal, secara keseluruhan jadi turun. Ini dilepas supaya NPV -nya tidak turun,” kata Amien saat konferensi pers di Kementerian ESDM Jakarta, Rabu (11/7).

Chevron kemudian diminta untuk menyusun proposal baru Makassar Strait tanpa mengikutsertakan proyek IDD didalamnya. Akan tetapi berdasarkan perhitungan Chevron,  tidak terjadi perubahan pada keekonomian kontrak Makassar Strait. Apabila tidak diberikan deskresi menteri yang besar, maka NPV kontrak akan menjadi negatif.

“Jadi waktu saya tanya preferensinya Chveron bagaimana? Jawabannya adalah karena tidak diberikan deskresi yang besar untuk Makassar Strait, Chevron prefer Makassar Strait dilepas dari IDD,” kata Amien.

Ada tiga PSC kontrak dalam proyek IDD, yakni PSC Makassar Strait, Rapak dan Ganal. Makassar Strait adalah bagian terkecil dari proyek presitisius yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. Lapangan Maha sejauh ini sudah discovery, hanya saja volumenya paling kecil dibanding lapangan-lapangan lain seperti Gendalo ataupun Gehem.(RI)

Baca juga  Operasional Grasberg Tersendat, Volume Penjualan Emas Freeport Semester I Tetap Melonjak 74,5%

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.