Dunia Energi Logo Jumat, 24 November 2017

Sinergi Chevron-ENI Gunakan FPU Jangkrik Berpotensi Hasilkan Gas 900 MMSCFD

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menargetkan integrasi antara ENI dan PT Chevron Pacific Indonesia melalui penggunaan Floating Processing Unit (FPU) Jangkrik bisa menghasilkan gas sebesar 900 juta kaki kubik per hari (MMSCFD). Untuk itu penyesuaian FPU yang saat ini telah beroperasi sudah harus dilakukan.

Ignasius Jonan, Menteri ESDM, mengatakan rencana kerja sama penggunaan fasilitas produksi pada proyek Indonesia Deepwater Development (IDD) di Gendalo-Gehem, Selat Makassar, yang cukup dekat dengan lokasi FPU Jangkrik harus harus bisa terealisasi.

“Jadi Chevron tidak usah berinvestasi besar, fasilitas yang sama bisa dipakai, supaya tidak ada duplikasi (lebih efisien) dan waktunya bisa lebih cepat. Dengan tambahan dari IDD pada 2022 akan diproduksi 900 MMSCFD gas dari FPU Jangkrik atau sekitar 13% dari produksi gas nasional,” kata Jonan dalam keterangan tertulisnya, Senin (12/6).

Menurut Jonan, pengoperasian FPU Jangkrik menjadi bukti saat ini Indonesia tetap mampu mengembangkan lapangan migas baru. FPU Jangkrik yang on strem 26 Mei 2017 lebih cepat dari pada target yang tercantum di dalam Renstra KESDM 2015-2019 yakni pada 2018.

Sesuai dengan rencana kapasitas produksi, kapal FPU Jangkrik dirancang untuk pengolahan gas dengan kapasitas hingga 450 MMSCFD secara bertahap, atau setara dengan 83.000 barel setara minyak per hari (barrel oil equivalen per day/BOEPD).

“Kalau disesuaikan lagi, ditingkatkan sedikit, kapasitas produksinya bisa sampai 600 MMSCFD dengan tambahan gas yang berasal dari lapangan Merakes di Blok East Sepinggan,” kata Jonan.

Produksi dari kedua lapangan disalurkan melalui 10 sumur bawah laut yang terhubung dengan FPU Jangkrik. Setelah diproses di atas FPU, gas akan dialirkan melalui pipa khusus sepanjang 79 km ke Fasilitas Penerima di Darat atau Onshore Receiving Facility yang keduanya baru dibangun oleh Eni, melalui Sistem Transportasi Kalimantan Timur, hingga tiba di kilang LNG Badak di Bontang. Produksi gas dari Jangkrik akan memasok LNG ke pasar domestik dan juga pasar ekspor.(RI)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)