Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

Sinergi Antar Kementerian Lemah, Implementasi EBT Lambat

JAKARTA – Pemerintah diminta meningkatkan sinergi antar kementerian dalam rangka menjakankan program sektor energi, khususnya meningkatkan kapasitas Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional. Pasalnya, selama ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) seakan berjalan sendiri dalam mengupayakan transisi energi tersebut.

Harry Poernomo, Anggota Komisi VII DPR, mengatakan salah satu peluang besar yang seharusnya bisa dimanfaatkan melalui sinergi antar kementerian adalah pengaplikasian solar panel dalam pembangunan fasilitas bandara.

“Di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta kenapa kita tidak pasang solar panel, bodoh sekali kita bicara EBT tapi tidak bisa diimplementasi seperti itu. Inilah kesalahan kita,” kata Harry kepada Dunia Energi, Rabu (7/6).

Saat ini listrik Terminal 3 Ultimate dipasok dari jaringan PLN dengan kapasitas yang dibutuhkan mencapai 35 MW. Bahkan PLN tengah membangun jaringan tambahan untuk memastikan kestabilan pasokan listrik kesana melalui dua Gardu Induk (GI) 60 MVA.

Menurut Harry, pengaplikasian solar panel di Terminal 3 tidak hanya implementasi nyata dari EBT karena kapasitas listrik yang dibutuhkan juga besar tapi efisiensi juga akan tercipta.

“Kalau cuma kecil-kecil listrik di jalan lampu itu kecil berapa memamg kapasitas tapi coba kalau Terminal 3 itu luas pasang solar panel paling tidak untuk penerangan. Kenapa tidak dari awal dipikirkan,” kata dia.

Harry menambahkan pemerintah harus mulai mengubah sistem kerja yang selama dijalankan karena berbagai peluang, misalnya melalui sinergi antar Kementerian ESDM dan Kementerian Perhubungan terbuang percuma. Selama ini ego sektoral dinilai terlalu dominan bermain tanpa mau melihat adanya peluang sinergi dengan sektor lain yang sebenarnya juga bisa sama-sama ditingkatkan.

“Harusnya Kementerian ESDM dengan Perhubungan kalau punya proyek itu bisa sinergi. Kita selama ini sektoral terlalu kuat, visi misi tidak bisa sama. Kementerian ESDM katakan harus EBT, tapi Kemenhub tidak diikutsertakan padahal peluangnya disana,” tandas Harry.(RI)

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)