Dunia Energi Logo Jumat, 17 November 2017

Setujui Tangguh Train 3, BPMIGAS Minta Penerimaan Negara Tak Berkurang

Deputi Perencanaan

Widhyawan Prawiraatmadja

JAKARTA – Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) menyatakan siap menyetujui Plan of Further Development (POFD) kilang LNG Tangguh Train 3. Namun BP Berau Ltd diminta menjamin penerimaan negara tidak berkurang akibat proyek pengembangan tersebut.

Deputi Perencanaan BPMIGAS, Widhyawan Prawiraatmadja pada Jumat, 12 Oktober 2012 mengatakan, POFD atau rencana pengembangan lanjutan untuk lapangan gas Tangguh di Papua, sudah tidak ada masalah.

Pembahasan teknis dan administratif POFD tersebut telah dilakukan, dan dipastikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Namun demikian BP Berau Ltd sebagai operator di blok tersebut masih perlu memberikan klarifikasi untuk beberapa hal antara lain tentang pembebanan biaya,” ujarnya.

Widhyawan menegaskan, BP Berau Ltd masih perlu memberikan klarifikasi, terkait usaha-usaha untuk mempertahankan penerimaan negara dari Tangguh Train 1 dan Train 2, yang saat ini sudah berproduksi.

“Kita ingin penerimaan negara dari kilang LNG Tangguh Train 1 dan Train 2 tidak berkurang karena adanya pengembangan kilang LNG Tangguh Train 3,” tandasnya.

Ia berharap, akan ada kesepahaman bersama di antara para pihak, sehingga seluruh proses persetujuan POFD lapangan gas Tangguh dapat segera dituntaskan. ”Kami akan menyetujui POFD lapangan gas Tangguh segera setelah klarifikasi terkait beberapa hal tersebut diserahkan,” lanjutnya.

Ia menambahkan, belum lama ini BPMIGAS dan pemerintah, juga telah berhasil melakukan negosiasi untuk mengalihkan penjualan LNG Tangguh. LNG yang seharusnya dijual ke Sempra, Amerika Serikat, berhasil dialihkan ke pembeli lain dengan harga jual LNG yang lebih tinggi.

“Ini mendorong peningkatan penerimaan negara,” jelasnya. Berdasarkan kontrak, volume penjualan LNG dari kilang LNG Tangguh ke Sempra sebesar 3,7 juta metrik ton per tahun. Dari jumlah itu, sebanyak 50% dapat dialihkan ke pembeli lain jika harga lebih baik.

“Namun berkat hasil negoisasi pemerintah, kontrak tersebut dapat dialihkan hingga 90% dengan harga yang jauh lebih baik,” tukasnya.

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)