Dunia Energi Logo Selasa, 21 November 2017

Sekitar 30% Proyek Smelter Sudah Dibangun

JAKARTA – Lebih dari 30% dari target pembangunan smelter telah selesai dibangun oleh 18 perusahaan. Hal tersebut adalah salah satu capaian kinerja Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di sektor mineral dan batubara dalam sebelas bulan berada di bawah kepemimpinan Menteri Sudirman Said. Selain itu, terdapat 6 smelter baru yang telah beroperasi dan 10 perusahaan telah menandatangani Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).

Dari sektor minyak dan gas, 12 wilayah kerja baru telah ditandatangani dengan nilai investasi sebesar US$150 juta. “Selama 8 bulan kita sudah menandatangani 12 WK baru di bidang migas, termasuk memutuskan masa depan Blok Mahakam,” jelas Sudirman.

Capaian dari sektor ketenagalistrikan pun tidak mengecewakan. “Listrik kita sampai dengan hari ini sudah menandatangani 5.942 MW PPA. 4.873 MW sedang dalam konstruksi yang dikerjakan oleh PLN, 7.855 MW sedang konstruksi dan dikerjakan oleh IPP. Kemudian 1.484 MW akan sudah COD dan ini akan terus berlangsung karena sisa dari 7.000 MW periode lalu insya Allah akan kita selesaikan sekurang-kuranya 5.000 MW pada tahun ini,” lanjutnya.

Di bidang energi baru, terbarukan, dan konservasi energi, 2 blok wilayah kerja panas bumi telah selesai dilelang dan sekurang-kurangnya 45.707 rumah tangga mendapat aliran listrik dari sumber energi baru terbarukan. “Jumlah pembangkit yang didukung oleh energi baru semakin hari semakin besar dan ini bagian dari pengamalan dari kebijakan energi nasional yang 10 tahun akan datang harus memberi pos yang lebih besar,” ujar Sudirman. Di samping itu, telah terpasang 1.438 MW pembangkit listrik energi panas bumi, 1.740 MW bioenergi, 5.250 MW air, 71 MW tenaga surya, dan 4 MW pembangkit listrik tenaga angin dan hybrid.

Penyederhaan perizinan juga menjadi salah satu capaian penting dari kementerian. Sebanyak 218 izin telah disederhanakan menjadi hanya 89 izin dan 63 di antaranya telah didelegasikan kepada BKPM. “Kita ingin merubah paradigma perizinan bukan untuk mengontrol, tetapi memfasilitasi. Mengontrol tentu saja, tapi bukan bagian terpenting. Begitu pun kita ingin interaksi in person dengan kementerian dilakukan seminimal mungkin, jadi melalui sistem, melalui mekanik, melalui interaksi menggunakan teknologi informasi,” tegas Sudirman.

Capaian lain kementerian adalah perencanaan dan pemrograman APBN yang dilakukan lebih cepat 7 bulan, konsolidasi organisasi Kementerian ESDM dengan BUMN sektor energi, dan pengambilan keputusan yang lebih transparan. (AF)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)