Dunia Energi Logo Senin, 20 November 2017

Saudi Isyaratkan Pengurangan Produksi, Harga Minyak Bergerak Variatif

NEW YORK – Harga minyak dunia berakhir  bervariasi pada Senin (Selasa pagi WIB), karena para pedagang berusaha menganalisis keterangan Arab Saudi yang menyiratkan rencana pengurangan produksi dalam menanggapi kelebihan pasokan global.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari, turun 15 sen menjadi ditutup pada US$41,75 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari, patokan global untuk minyak, malahan naik 17 sen menjadi US$44,83 per barel di perdagangan London.

Dengan harga minyak di bawah tekanan sejak pertengahan 2014, di tengah kekhawatiran tentang kelebihan pasokan, pasar fokus pada pernyataan terbaru dari Arab Saudi, produsen terbesar dalam kartel OPEC, bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan produsen lain untuk menstabilkan harga minyak.

Keputusan OPEC pada November 2014 untuk mempertahankan produksi meskipun penurunan harga mempercepat keruntuhan harga, diyakini mencerminkan upaya-upaya kartel untuk menjaga pangsa pasar.

Namun, Menteri Perminyakan Saudi Ali al-Naimi menyerukan upaya untuk menstabilkan pasar energi pekan lalu, mengatakan bahwa Arab Saudi siap untuk bekerja sama dengan OPEC dan produsen non-OPEC untuk mendukung harga.

“Pasar cukup skeptis bahwa setiap upaya mengatasi (penurunan harga) akan terjadi antara OPEC dan produsen non-OPEC,” kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates.

“Tapi di sisi lain, mereka tahu bahwa para produsen OPEC berada di bawah tekanan keuangan akibat harga minyak yang rendah ini dan mereka menghabiskan uang mereka pada laju yang sangat cepat, termasuk Saudi.”

Ke-12 negara Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan menggelar pertemuan di Wina pada 4 Desember, ketika mereka menghadapi desakan untuk memotong produksi.

“Menjelang pertemuan OPEC 4 Desember, tanda positif bahwa Saudi berbicara ini (pengurangan produksi) sampai sekarang,” kata Carl Larry dari Frost & Sullivan. “Saya tidak tahu apakah mereka benar-benar bersedia untuk bekerja sama.” (LH)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)