Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Sampai Akhir 2012 Kondisi Batubara Masih Sangat Mengkhawatirkan

stock pile

Stock pile batubara di tambang PT Berau Coal.

Krisis ekonomi yang melanda dunia nampaknya sangat memukul industri batubara. Selain krisis Eropa dan pelambatan ekonomi di Asia, over supply di pasar dunia dan kebijakan di dalam negeri juga menyulitkan sektor batubara. Diprediksi, kondisi yang sangat mengkhawatirkan ini masih akan berlangsung hingga akhir tahun.

Seperti dituturkan analis Bahana Securities, Irwan Budiarto, sampai akhir 2012 dan awal tahun depan, sektor batubara kemungkinan hanya bisa bertahan. Selain krisis Eropa yang masih akan terus berkepanjangan, ekonomi di negara-negara importir utama batubara yakni Cina, Jepang, Korea Selatan, dan India juga mengalami pelambatan.

Ditambah lagi, kata Irwan, batubara asal Kolumbia dan Amerika Serikat sekarang juga ikut membanjiri pasar dunia. Kondisi ini membuat over supply batubara di pasar spot, dan menekan harga terus turun. “Kondisi ini diperparah rencana Pemerintah Indonesia menaikkan royalti penambang batubara yang berstatus IUP (Izin Usaha Pertambangan),” tukasnya pada Jumat, 28 September 2012.

Ia mengakui, dalam kondisi seperti sekarang, tidak terlalu menarik untuk mengoleksi saham-saham batubara di bursa efek, terlebih yang konsesi tambangnya didominasi IUP. Untuk sektor batubara sendiri, menurutnya saat ini lebih baik bertahan untuk menunggu kondisi harga membaik.

Irwan sendiri memprediksi sepangjan Kuartal III dan IV 2012 ini harga batubara akan stabil bergerak di kisaran USD 85 – 90 per ton. Ia pun memperkirakan, sampai akhir 2012 harga rata-rata batubara berada di posisi USD 97 per ton. (Abraham Lagaligo /abrahamlagaligo@gmail.com)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)