JAKARTA – PT Samindo Resources Tbk (MYOH), emiten jasa tambang, menyediakan dana hingga US$ 100 juta untuk akuisisi tambang batu bara dengan pendanaan gabungan antara kas internal dan pembiayaan eksternal.

Ahmad Zaki Natsir, Investor Relations Samindo, mengatakan perseroan memprioritaskan lokasi tambang yang akan diakuisisi di daerah Kalimantan Timur.

“Kami prioritaskan tambang batu bara dengan cadangan 20 juta ton, kalori di atas 5.000 kalori dan status siap beroperasi,” ungkap Ahmad di Jakarta, Selasa (9/5).

Menurut Ahmad, saat ini perseroan tengah melakukan finalisasi kontrak jasa pertambangan dengan salah satu pemilik lahan pertambangan batu bara di Kalimantan Timur. Kontrak jasa pertambangan tersebut rencananya akan ditandatangani minggu ini.

Dari kontrak baru tersebut, Samindo akan memperoleh tambahan produksi batu bara sebesar 200 ribu ton. Pada tahun ini, perseroan menargetkan dapat memproduksi 10 juta ton batu bara milik klien.

Samindo tercatat membukukan volume pengupasan lapisan tanah (overburden removal) dan produksi batu bara milik klien masing-masing 11,2 juta bank cubic meter (bcm) dan 2,5 juta ton batu bara sepanjang kuartal I 2017. Rendahnya volume tersebut dipengaruhi oleh tingginya curah hujan.
Realisasi operasional tersebut masih sesuai dengan perkiraan Samindo karena perseroan telah memasukan dampak negatif curah hujan tersebut terhadap kegiatan operasional.

“Dari sisi kinerja keuangan, perseroan terdampak oleh peningkatan harga bahan bakar minyak (BBM) dimana kenaikan tersebut otomatis berakibat pada pertumbuhan beban pokok penjualan perseroan,” tandas Ahmad.(RA)