.…….
Hiduplah tanahku
Hiduplah negriku
Bangsaku Rakyatku semuanya
Bangunlah jiwanya
Bangunlah badannya
Untuk Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Tanahku negriku yang kucinta

Indonesia Raya
Merdeka Merdeka
Hiduplah Indonesia Raya

 

Anggota Dewan Proper sekaligus pejabat eselon I Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karliansyah ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya yang dipimpin dirijen salah seorang siswa Sekolah Tapal Batas Sebatik Tengah, Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (23/11). (Foto: dokumentasi Pertamina EP).

SEJUMLAH orang yang hadir di ruangan itu mungkin merinding saat belasan anak sekolah yang mengenakan kaos putih bertuliskan “I Love Indonesia” di dada meyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” di sebuah ruangan di Sekolah Tapal Batas di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Kamis (23/11). Seorang siswa tampil di tengah ruangan kelas dan menjadi dirijen. Manajemen dan karyawan PT Pertamina EP, anak usaha PT Pertamina (Persero), badan usaha milik negara di sektor energi terintegrasi, yang hadir di ruangan itu ikut berdiri dan menyanyikan lagu Indonesia Raya.

Tak pula ketinggalan, Anggota Dewan Proper sekaligus Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Karliansyah ikut berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia tersebut. Karliansyah tampak sangat bersemangat saat menyanyikan lagu tersebut. Sebentar kemudian, dia menyalami siswa dan mencium kepalanya.

Karliansyah sangat antusias hadir di Sekolah Tapal Batas Sebatik Tengah, yang didirikan Suraidah (64 tahun) hampir empat tahun silam, dalam rangka program visitasi. Ini adalah bagian dari penilaian Proper terhadap perusahaan yang memiliki komitmen dan kepdulian terhadap lingkungan serta masyarakat. Setiap tahun Dewan Proper diberi tugas menilai kinerja perusahaan dari aspek lingkungan.

“Kehadiran saya di sini untuk memastikan bahwa apa yang dipresentasikan oleh manajemen Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan (salah satu unit bisnis PT Pertamina EP) benar demikian di lapangan. Dan ketika saya sampai di sini saya harus katakan ini sangat luar biasa. Ada kolaborasi yang sangat baik Ibu Suraidah serta pemerintah mulai dari strata paling kecil sampai ke pemerinth provinsi,” kata Karliansyah seperti dilaporkan wartawan Dunia-Energi dari Sebatik.

 

Karliansyah berdialog dengan salah seorang pendidik didampingi oleh Suraidah (baju biru bertopi) saat meninjau Sekolah Tapal Batas Sebatik Tengah. (foto: dokumentasi Pertamina EP).

Karliansyah mengapresiasi dan memuji keberadaan Sekolah Tapal Batas di Sebatik Tengah, Kabupaten Nunukan, Kaltarayang masuk dalam kawasan 3T: terluar, terdepan, dan tertinggal. Peran sekolah ini sangat strategis dalam membantu mencerdaskan anak-anak Indonesia yang berada di wilayah perbatasan. Apalagi sekolah ini mendapat dukungan dari Pertamina EP.

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan Ibu Suraidah, seorang bidan kelahiran Sidrap, Sulawesi Selatan dan memilih hijrah ke sini dan mendirikan sekolah. Di Sekolah Tapal Batas ini saya melihat tidak hanya pendidikan ilmu tetapi juga ada kegiatan rohani. Ini luar biasa,” katanya.

Menurut Karliansyah, sulit membayangkan ada orang di tempat seperti ini. Suraidah dinilai sebagai extraordinary person, orang yang di luar dari kebanyakan orang. Dia juga mengapresiasi Sekolah Tapal Batas karena siswa sekolah ini yang dulu lebih banyak menghafal lagu kebangsaan Malaysia. “Sekarang mereka sudah bisa mendaraskan Pancasila dan menyanyikan lagu kebangsaaan ‘Indonesia Raya’,” ujarnya.

Di sisi lain, Karliansyah juga memuji manajemen Pertamina EP yang dalam program tanggungjawab sosial dan lingkungan memutuskan untuk membantu Sekolah Tanpa Batas di Sebatik Tengah. Pasalnya, bisa saja perusahaan memiliki fokus untuk membantu masyarakat di dekat wilayah operasi. Menurut Karliansyah, apa yang dilakukan Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan memiliki nilai lebih karena bila memiliki kegiatan tanggungjawab sosial dan lingkungan lain seperti pekerjaan mengolah sampah atau pembuatan pupuk kompos hal biasa, tapi ini luar biasa.

“Saya berharap dukungan Pertamina EP Tarakan terus berlanjut ke depan sehingga makin banyak lagi anak yang tertolong. Kalau memungkinkan, Pertamina bisa ikut membantu memberikan beasiswa bagi anak-anak ini yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.

Sekolah Tapal Batas Sebatik Tengah berada di berada di Jalan Asnur Daeng Pasau RT 12 Dusun Kampung Barru, Desa Sungai Limau, Kecamatan Sebatik Tengah, Kaltara. Sekolah ini fokus pada pemberantaan buta aksara, memberikan pendidikan bagi anak tenaga kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Malaysia dan pendidikan pemberdayaan usaha mandiri bagi masyarakat Sebatik.

Saat berbincang dengan Karliansyah, Suraidah mengakui persoalan awal pendirian sekolah tapal batas adalah jauhnya jarak tempuh dari rumah siswa ke sekolah. Bahkan ada yang berdomisili di wilayah Malaysia. Kendaraan juga tidak punya sehingga banyak murid yang berjalan kaki berkilo-kilometer ke sekolah.

“Saya mendirikan rumah panggung dari kayu sebagai asrama. Anak-anak yang tempat tinggalnya jauh bisa menginap di sana,” ujar Suraidah yang memperoleh penghargaan dari Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-Pancasila) pada 21 Agustus lalu.

Menurut Suraidah, Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan mulai berkolaborasi dengan sekolah tapal batas pada 2015. Sejumlah bantuan diberikan untuk sekolah ini seperti pakaian seragam, sumur bor, colar cell system, dan gedung asrama putri. “Kami mengucapkan terima kasih kepada Pertamina EP Asset 5 Tarakan yang telah membantu sekolah tapal batas,” ujarnya.

Chalid Said Salim, Direktur Operasi Pertamina EP, yang mendampingi Dirjen Karliansyah, mengucapkan terima kasih atas kunjungan Dewan Proper KLHK ke Pertamina EP Asset 5 Field Tarakan, baik di Tarakan maupun Sebatik. Dia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya yang membantu terlaksanakanya program tanggungjawab sosial dan lingkungan Pertamina EP.

“Kami juga berkomitmen untuk terus membantu sekolah tapal batas Sebatik. Kami saat ini menyelesaikan pembangunan asrama putra,” katanya.

Menurut Chalid, tahun ini ada enam unit bisnis Pertamina EP yang masuk nominasi Proper Emas. Namun, tiga unit bisnis mendapatkan kunjungan lapangan oleh Dewan Proper, yaitu Pertamina EP Asset 1 Field Rantau, Pertamina EP Asset 3 Field Subang, dan Pertamina EP Asset 5 Tarakan. “Mudah-mudahan dapat (Proper Emas) karena ini penting sebagai imej perusahaan, apalagi dikeluarkan oleh pemerintah,” ujar Chalid. (ESO/DR)