Dunia Energi Logo Jumat, 17 November 2017

Reswara Targetkan Tambah Aset Tambang Batu Bara Tahun Ini

JAKARTA – PT Reswara Minergi Hartama, anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) di sektor pertambangan batu bara, menargetkan merealisasikan akuisisi tambang batu bara pada akhir tahun ini. Saat ini perseroan tengah memproses penawaran dari sejumlah tambang di Kalimantan.

“Kita mau menambah aset baru, mulai tahun ini. Kita mau yang sudah ada infrastrukturnya. Jadi dalam dua tiga bulan sudah bisa jalan,” ujar Irfan Setiaputra, Presiden Direktur Reswara disela buka puasa bersama media di Jakarta, Selasa (6/6).

Reswara memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi batu bara melalui anak usahnya, yakni PT Tunas Inti Abadi di Kalimantan Selatan dan PT Mifa Bersaudara dan PT Bara Energi Lestari yang beroperasi di Nangroe Aceh Darussalam.

Menurut Irfan, sejumlah kriteria tambang yang akan diakuisisi adalah memiliki cadangan batubbara minimal selama tujuh tahun ke depan. Artinya dengan kapasitas produksi sekitar tiga ratusan ribu ton per bulan, maka cadangan batubara yang diharapkan dari tambang tersebut minimal sebesar 25 juta ton.

“Kami tidak mau yang masih green field, karena butuh waktu tiga tahunan untuk bisa produksi, dan butuh investasi besar, ” ungkap dia.

Saat ini produksi batu bara Reswara mengandalkan dari Tunas Inti Abadi. Berdasarkan rencana kerja yang telah disetujui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) produksi batu bara Tunas Abadi 2017 sebesar 5,5 juta ton.

“Produksi TIA itu 5,5 juta ton. Untuk Mifa saat ini 350 ribu per bulan. Namun cuaca hujan akhir-akhir ini sangat berpengaruh pada produksi kita,” kata Irfan.

Irfan mengatakan perseroan saat ini menjajaki pasar baru, selain pasar yang sudah ada di pasar domestik dan ekspor ke India. China dan Thailand merupakan dua pasar ekspor yang dijajaki untuk bisa dipasok. Untuk domestik, Reswara mengharapkan bisa memasok batu bara ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Unit III dan IV di Aceh.

“Meski konsorsium kita lebih kecil dibanding yang lain, tapi kita punya keunggulan karena memiliki tambang yang dekat dengan PLTU-nya,” tukas dia.

Saat ini Reswara telah mendapatkan kontrak untuk memasok batu bara ke PLTU Nagan Unit I dan II. Perseroan akan memasok batu bara ke PLTU Nagan sebesar 250 ribu-500 ribu ton.(AT)

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)