Dunia Energi Logo Rabu, 22 November 2017

Refinancing US$ 53 Juta, Energi Mega Tekan Beban Bunga

JAKARTA – PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), emiten minyak dan gas, mengklaim bisa menekan beban bunga hingga US$ 6,3 juta pada tahun ini dengan merefinancing utang sebesar US$ 53 juta. Hingga September 2015, perseroan mencatat beban keuangan sebesar US$ 38,05 juta, turun dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 60,25 juta.

Energi Mega melalui anak usahanya, EMP Bentu Limited akan melunasi utang yang telah jatuh tempo dengan suku bunga 20% per tahun menggunakan pinjaman dari Intessa Sanpaolo SpA&Britannic Limited sebesar US$ 60 juta. Pinjaman dengan jangka waktu lima tahun itu bersuku bunga LIBOR + 6,8% per tahun.

Imam P Agustino, Direktur Utama Energi Mega, mengatakan pelunasan pinjaman akan menghemat beban bunga hingga US$ 6,3 juta pada 2016. “Penghematan akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan di masa datang,” kata dia, Selasa.

Menurut Didit A Ratam, Direktur Energi Mega, dalam 24 bulan terakhir perseroan telah menurunkan pokok pinjaman sebesar US$ 300 juta. Selain itu, perseroan juga telah melakukan beberapa refinancing dengan beban bunga yang lebih rendah.

Didit sebelumnya juga mengungkapkan perseroan tidak menganggarkan belanja modal dalam jumlah yang besar pada 2016., namun akan lebih besar dibanding tahun lalu. Hal ini untuk membiayai eksplorasi drilling di Blok Kangean, Pulau Jawa.

Energi Mega hingga sembilan bulan 2015 membukukan rugi bersih US$ 40 juta dibanding periode yang sama tahun lalu yang mencatat laba bersih US$ 33,24 juta. Kerugian disebabkan beban penyusutan yang cukup tinggi.

Beban penyusutan perseroan pada periode sembilan bulan tahun ini mencapai US$ 253,86 juta, melonjak dibanding periode yang sama tahun lalu US$ 163,49 juta. Akibat secara keseluruhan, beban penjualan naik 17,08% menjadi US$ 464,81 juta. Padahal disisi lain, pendapatan perseroan turun 22,87% menjadi US$ 465,14 juta. Hal ini membuat Energi Mega membukukan laba kotor anjlok menjadi hanya US$ 332,81 ribu pada sembilan bulan tahun ini dibanding laba kotor periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 206,07 juta.(AT)

 

 

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)