Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Dalam Lima Tahun, Rasio Cadangan Migas Ditingkatkan Lebih dari 100%

JAKARTA – Komite Eksplorasi Nasional (KEN) menargetkan pada  2016 dapat meningkatkan rasio cadangan pengganti (Reserve Replacement Ratio/RRR) lebih dari 100% dalam waktu lima tahun dengan menemukan cadangan baru.

“Target baru kami pada tahun ini  mencoba untuk menggariskan bahwa kita bisa meningkatkan lebih dari 100% terkait dengan keberhasilan pemerintah di  2015 yang ternyata mencapai RRR lebih dari 100% untuk menambah cadangan minyak,” ungkap Ketua KEN Andang Bachtiar.

Selain itu, KEN juga menargetkan dapat mempercepat waktu eksplorasi dari block award sampai Plan of Development (PoD) menjadi 3-5 tahun atau dua kali lebih cepat dari sebelumnya. Untuk mencapai target-target tersebut, KEN akan memonitor pelaksanaan riset migas berhasil guna dan berdaya guna dengan menghasilkan wilayah kerja migas baru, memonitor peningkatan cadangan migas berdasarkan temuan KEN serta monitoring kick off East Natuna.

“East Natuna itu kita anggap penting karena sudah 40 tahun lebih disana dan tidak pernah direalisasikan menjadi cadangan nasional, karena PoD-nya belum di-approve sampai sekarangserta belum diproduksi secara nasional,” papar Andang.

Selain itu, monitoring implementasi rekomendasi keterbukaan data migas dan sistem pengelolaan data yang baru. “Jadi kami sudah mengusulkan rekomendasi data migas, bahwa migas harus free. Artinya jangan dibebani dengan pendapatan negara, jadi implementasinya apa dan berdasarkan rekomendasi dan data migas dikelola berdasarkan iuran saja,” lanjutnya.

KEN berencana pula  melanjutkan evaluasi potensi eksplorasi di blok-blok yang akan habis masa kontraknya dan mengusulkan term & condition baru sesuai dengan rekomendasi KEN. Lingkup kerja KEN diperluas meliputi migas, batu bara, dan geothermal. Eksplorasi migas, geothermal, dan minerba merupakan upaya peningkatan cadangan energi nasional sebagai bagian penting dari ketahanan energi nasional.(LH)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)