Dunia Energi Logo Jumat, 24 November 2017

Proyek Hulu PGN Mulai Menuai Hasil

Peta Blok Pangkah dan Blok Ketapang PSC, dua lapangan gas yang dimiliki PGN lewat anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia.

Peta Blok Pangkah dan Blok Ketapang PSC, dua lapangan gas yang dimiliki PGN lewat anak usahanya, PT Saka Energi Indonesia.

JAKARTA – Meski terbilang baru, namun proyek hulu PT PGN (Persero) Tbk mulai menuai hasil di Kuartal III – 2013. Anak perusahaan BUMN ini di sektor hulu, PT Saka Energi Indonesia, mulai Juli lalu telah mencatatkan pendapatan sebesar USD 17 juta dari 25% kepemilikannya atas operasi di Blok Pangkah.

Direktur Utama PGN, Hendi Prio Santoso menuturkan, Saka Energi Indonesia mengakuisisi 25% participating interest Blok Pangkah di Jawa Timur, dari Kufpec Indonesia (Pangkah) BV. Ini merupakan langkah awal PGN untuk masuk ke bisnis hulu gas, dengan tujuan utama mengamankan pasokan gas untuk kegiatan distribusi ke pelanggan PGN.

Dua blok gas lainnya yang sudah dikuisisi Saka Energi adalah Blok Ketapang di Jawa Timur dan  Blok Bangkanai di Kalimantan Tengah. Dua blok ini diperkirakan akan berproduksi mulai akhir 2014. Sejauh ini baru Blok Pangkah yang suah menghasilkan sebesar USD 17 juta, yang dicatatkan dalam pendapatan konsolidasian PGN mulai Juli 2013.

PGN sendiri hingga sembilan bulan di 2013, telah berhasil meraup pendapatan bersih sebesar USD 2,20 miliar. Dari sisi beban pokok pendapatan, kenaikan harga beli gas dari pemasok mulai 1 September 2012 dan 1 April 2013 mempengaruhi kenaikan beban pokok pendapatan di periode sembilan bulan 2013 sebesar 54% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurut Hendi, kondisi ekonomi global juga mempengaruhi kinerja keuangan PGN periode sembilan bulan 2013. Penguatan nilai tukar mata uang USD, berpengaruh terhadap pendapatan selisih kurs yang berasal dari translasi aset dan kewajiban dalam mata uang Yen ke USD, dan transaksi dari kegiatan usaha PGN dalam mata uang asing.

“Pelemahan mata uang asing terhadap mata uang USD memberikan keuntungan selisih kurs (neto) sebesar USD 58 juta terhadap PGN,” tutur Hendi di Jakarta, Rabu, 30 Oktober 2013.

Meski mulai bermain di bisnis hulu, Hendi menekankan bahwa PGN akan tetap fokus memperkuat bisnis utamanya yakni distribusi dan transmisi gas di Indonesia. Integrasi antara bisnis distribusi dan transmisi diperlukan, agar PGN dapat menjalankan tugasnya mempercepat dan memperluas pembangunan infrastruktur jaringan transmisi dan distribusi gas.

Percepatan dan perluasan pembangunan jaringan transmisi dan distribusi gas di Indonesia ini, merupakan bagian dari isi Instruksi Presiden (Inpres) tertanggal 29 Mei 2012 tentang Kebijakan Penghematan Energi Nasional.

Untuk melaksanakan Inpres itu, PGN juga telah mengoperasikan fasilitas Mobile Refueling Unit sejak triwulan ketiga 2013, untuk melayani pengguna gas di sektor transportasi. BUMN ini juga terus melanjutkan pembangunan terminal LNG terapung (kapal FSRU) di Lampung, yang pada Juli 2013 telah memasuki tahap penyelesaian lambung kapal.

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)