Dunia Energi Logo Minggu, 19 November 2017

PLN Kembali Masuk Pasar Modal Internasional

JAKARTA – PT PLN (Persero) berhasil memperoleh pendanaan sebesar USD 1 miliar dari penjualan obligasi berjangka 30 tahun tanpa jaminan (unsecured). Transaksi ini menandai kembalinya perusahaan listrik yang 100% sahamnya dimiliki Pemerintah Indonesia itu, ke kancah pasar modal internasional.

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji mengungkapkan, penawaran obligasi itu dilakukan dengan strategi eksekusi “intraday” dalam serangkaian pertemuan “fixed income” investor global di Asia, Eropa dan Amerika Serikat.

“Transaksi ini menandai kembalinya PLN ke pasar modal internasional menyusul penerbitan obligasi sebesar USD 1 miliar dengan kupon 5,500% yang diterbitkan pada bulan November 2011”, jelasnya di Jakarta, Jumat, 19 Oktober 2012.

Transaksi ini, tambah Nur, juga menjadi transaksi obligasi pertama PLN dengan tenor 30 tahun, yang diterbitkan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.Obligasi yang baru ini bernilai kupon 5,25% dengan tenor 30 tahun, jatuh tempo pada Oktober 2042, dan diterbitkan dengan harga 98,514% atau “yield” 5,35% per tahun.

Menurutnya, penawaran transaksi obligasi PLN kali ini, diterima dengan baik oleh para investor global. Pemesanan dengan total nilai sekitar USD 11,5 miliar datang dari lebih 380 investor. “Harga akhir mengalami pengetatan 27,5 “basis point” dari harga awal sebesar 5,625% yang dirilis pada sebelumnya (Kamis, 18 Oktober 2012, red),” kata Nur lagi.

Transaksi obligasi ini pun mencatatkan rekor kupon terendah baru bagi PLN, untuk sebuah penawaran obligasi di pasar modal internasional. Nur Pamudji pun menuturkan, PLN berusaha memanfaatkan perolehan dana dengan tingkat bunga tetap berjangka panjang, untuk belanja modal dan tujuan-tujuan umum perusahaan.

Ia juga menyebutkan, penawaran obligasi PLN yang baru ini, dialokasikan 45% kepada investor di Asia, 31% ke investor Amerika, dan 24% ke investor Eropa. Berdasarkan jenis investor, 73% dialokasikan untuk asset/fund manager, 7% kepada perusahaan asuransi, 8% untuk bank, 9% untuk bank-bank swasta, dan 3% untuk pengelola kekayaan negara dan institusi publik lainnya.

Penawaran ini mendapat “rating” Baa3 oleh Moody, BB oleh Standard & Poor’s, dan BBB-dari Fitch,” ungkap Nur Pamudji lagi bangga. Dalam transaksi ini, Barclays dan Citigroup bertindak sebagai “Joint Bookrunners” dan “Joint Lead Manager”. Sedangkan PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas, dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai Co Manager.

(Iksan Tejo / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)