Dunia Energi Logo Sabtu, 16 Desember 2017

PLN dan Pelindo II Bentuk Perusahaan Patungan

Nur Pamudji

Direktur Utama PLN, Nur Pamudji.

JAKARTA – Sebagai perwujudan dari sinergi dua BUMN besar untuk melakukan aksi korporasi bersama, PT PLN (Persero) dan Pelindo II (atau biasa disebut IPC) sepakat membentuk perusahaan patungan.

Bentuk perusahaan patungan ini telah disepakati dalam term sheet Rencana Pembentukan Perusahaan Patungan (JVCO) Penyediaan Tenaga Listrik yang ditandatangani Direktur Utama PLN, Nur Pamudji bersama Direktur Utama Pelindo II, Richard Joost Lino, pada Selasa, 4 September 2012 di PLN Kantor Pusat.

Menurut Nur Pamudji, babak baru sinergi dua BUMN ini sudah sangat jelas. “PLN dan Pelindo II bersepakat untuk menggabungkan sumber daya dan kemampuan masing-masing BUMN untuk membentuk suatu aliansi bisnis berupa perusahaan patungan,” ujarnya.

“Ini langkah baru untuk membuat bisnis baru di lingkungan pelabuhan. Karena  pasokan listrik di Jawa Bali semakin banyak dan semakin andal khususnya yang dibangkitkan PLTU, PLN harus menciptakan market-market baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan,” kata Nur.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Manajemen Resiko PLN, Murtaqi Syamsuddin mengutarakan PLN akan menunjuk anak perusahaannya, yaitu PT Haleyora Power untuk menggarap pembentukan perusahaan patungan tersebut. Dalam waktu sebulan ke depan ditargetkan perusahaan patungan ini sudah mulai beroperasi.

Untuk membentuk perusahaan patungan tersebut, setidaknya diperlukan modal dasar perusahaan sebesar Rp 600 milyar. “Modal yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan tersebut sebesar Rp 150 milyar atau 25% dari modal dasar. Dan PLN memiliki saham sebesar 45% sedangkan Pelindo II sebesar 55%,” ucap Murtaqi.

Untuk mengelola perusahaan patungan tersebut, PLN dan Pelindo II bersepakat untuk membentuk dewan direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Direktur Keuangan dan SDM, serta Direktur Operasi dan Niaga.

Sementara itu, Direktur Utama Pelindo II, R.J Lino mengatakan, dengan adanya usaha patungan ini, diharapkan biaya operasional akan bisa ditekan dan revenue perusahaan akan bertambah.

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)