Dunia Energi Logo Rabu, 22 November 2017

PGAS Siapkan Rp 260 M Untuk Bangun 16 SPBG di 3 Provinsi

SPBG pertama PT PGN (Persero) Tbk yang telah diresmikan pada Selasa, 24 Desember 2013.

SPBG pertama PT PGN (Persero) Tbk yang telah diresmikan pada Selasa, 24 Desember 2013.

BEKASI – PT PGN (Persero) Tbk berencana akan membangun total sebanyak 16 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (BBG) di tiga provinsi. Untuk itu, emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode PGAS ini telah menyiapkan investasi sebesar Rp 260 miliar.

Rencana besar ini diungkapkan Direktur Utama PGAS, Hendi Prio Santoso, dalam peresmian SPBG pertama milik PGAS di Pondok Ungu, Bekasi, Jawa Barat, Selasa, 24 Desember 2013. Rencananya, 16 SPBG itu skan mulai beroperasi pada 2014, tahun depan.

Hendi menerangkan, total investasi yang disiapkan untuk pembangunan 16 SPBG itu mencapai Rp 260 miliar. Rinciannya, 12 SPBG di wilayah Jawa Barat, tiga SPBG di Jawa Timur, dan satu SPBG di Riau.

Berbekal pengalaman, kemampuan dan komitmen tinggi, ujarnya, PGAS siap menjadi lokomotif dan mendapat penugasan dari pemerintah dalam pengembangan infrastruktur gas bumi di Indonesia untuk mewujudkan konversi energi dari bahan bakar minyak (BBM) ke bahan bakar gas (BBG).

Selain meresmikan SPBG, dalam kesempatan itu PGAS juga menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Perum Damri, dalam penyediaan dan pemanfaatan gas bumi untuk bahan bakar bus dan truk milik Damri.

Selain itu, PGAS juga bekerjasama dengan Kabupaten Sukabumi, untuk mengembangkan infrastruktur dan memenuhi kebutuhan gas untuk transportasi dan industri di daerah itu. “Ke depan, kerjasama juga akan dilakukan dengan koperasi angkutan umum, terkait penyediaan dan pemasangan konverter kit,” kata Hendi lagi.

Kembali soal pembangunan 16 SPBG, Hendi menjelaskan bahwa kegiatan itu dilakukan melalui anak perusahaan PGAS, yakni PT Gagas Energi Indonesia. Gagas Energi bekerjasama dengan PT Jakarta Energi Utama, akan membangun, mengoperasikan, dan memelihara SPBG beserta fasilitas pendukungnya, serta menyediakan dan memanfaatkan gas bumi untuk bahan bakar kendaraan bermotor, termasuk bus Trans Jakarta.

PT Gagas Energi Indonesia, imbuhnya, juga akan memenuhi kebutuhan BBG kendaraan operasional perusahaan tambang PT Golden Energy Mines. Selain itu, bekerjasama dengan Asosiasi Perusahaan CNG Indonesia (APCNGI), PGAS bekerjasama memanfaatkan gas untuk transportasi. Kerjasama terkait pemanfaatan fasilitas kompresi gas, juga dilakukan dengan PT Zebra Nusantara Tbk.

Cari Solusi Kelangkaan Gas

Sebelumnya, PGAS tercatat telah sukses membangun dan mengoperasikan jalur pipa transmisi dan distribusi gas nasional, sepanjang lebih dari 3.800 kilometer. Lewat jalur transmisi dan distribusi yang dibangunnya itu, emiten berstatus BUMN ini menyuplai gas bumi ke pembangkit listrik, industri, usaha komersial termasuk restoran, hotel dan rumah sakit, serta rumahtangga. PGAS juga mengoperasikan jalur pipa transmisi gas bumi dari jaringan pipa bertekanan tinggi, sepanjang 2.160 kilometer.

Hendi menuturkan, sejalan dengan meningkatnya permintaan terhadap gas bumi di dalam negeri dengan sumber yang terbatas, PGAS terus berusaha mencari solusi strategis untuk menjamin suplai bagi para konsumen, dan mencegah kelangkaan gas bumi di beberapa wilayah.

“Saat ini, kami sedang mencari suplai gas baru, terutama dari lokasi yang dekat dengan infrastruktur yang ada, serta berupaya mendapatkan volume yang lebih besar untuk dialokasikan pada penggunaan di pasar dalam negeri,” kata Hendi lagi.

Sebagai perusahaan yang listing di BEI, saham PGAS saat ini sebesar 56,96% dimiliki oleh Pemerintah Indonesia, dan sekitar 43,04% dikuasai oleh publik lewat perdagangan di lantai bursa.

(Abdul Hamid / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)