Dunia Energi Logo Senin, 20 November 2017

Pertikaian Politik Arab Saudi dan Iran Perpanjang Penurunan Harga Minyak Global

Produksi minyak Blok CPP lampau target

Konflik Arab Saudi dan Iran pengaruhi harga minyak global

JAKARTA-Harga minyak mentah dunia memperpanjang penurunan mereka pada Selasa (Rabu pagi WIB), saat kelebihan pasokan minyak mentah global dibayangi pertikaian diplomatik antara produsen utama Arab Saudi dan Iran. Patokan Amerika Serikat, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari merosot US$79 sen menjadi berakhir di US$35,97 per barel di New York Mercantile Exchange.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari kehilangan US$80 sen menjadi menetap di US$36,42 per barel.

Ketegangan antara dua produsen minyak utama terkait eksekusi seorang tokoh Syiah terkemuka oleh Arab Saudi telah meletus menjadi krisis diplomatik yang meluas setelah Riyadh dan sekutu Sunni Arab-nya memutuskan atau menurunkan hubungan mereka dengan Iran sehingga memicu keprihatinan global.

Namun para analis mengatakan bahwa dampak dari risiko geopolitik di Timur Tengah pada pasar minyak mendapat bantalan dari kelebihan pasokan dan produksi yang lebih tinggi dari produsen minyak di bagian lain dunia.

Persediaan minyak Amerika Serikat berdiri di dekat tingkat rekornya dan pasar memperkirakan peningkatan lagi dalam laporan mingguan Rabu dari Departemen Energi negara itu.

“Pasar umumnya memperkirakan akan ada penambahan sekitar satu juta barel,” kata Bob Yawger, analis di Mizuho Securities seperti dikutip www.antaranews.com.

“Itu mungkin alasan utama pasar mengabaikan semua latar belakang kebisingan yang terjadi antara Arab Saudi dan Iran.”

Penurunan harga minyak juga didorong oleh penguatan dolar AS, yang membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih mahal dan kurang menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Dolar AS menguat terhadap sebagian besar mata uang lainnya pada Selasa karena perbedaan kebijakan antara Federal Reserve dan bank sentral lainnya telah mendorong arus investasi ke AS dan mengangkat greenback. (DR)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)