Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

Pertamina Lubricants Target Tingkatkan Persentase Kontribusi Laba Bersih ke Induk Usaha

JAKARTA-PT Pertamina Lubricants, anak usaha PT Pertamina (Persero) yang mengelola usaha pelumas otomotif dan industri serta base oil pasar domestik dan internasional, memproyeksikan peningkatan persentase kontribusi laba bersih dari sektor hilir ke induk usaha.

Dari total US$ 265,41 juta laba bersih cluster downstream PT Pertamina (Persero) sepanjang 2016, menurut laporan tahunan Pertamina, PT Pertamina Lubricants memberi kontribusi cukup besar, yaitu US$ 147,48 juta atau setara Rp 1,99 triliun (kurs Rp 13.500 per dolar AS) dengan pendapatan sebesar US$ 661,42 juta. Sementara pada periode 2015, Pertamina Lubricants mencatatkan laba bersih US$ 141,82 juta dengan pendapatan US$ 676,61 juta.

Posisi kedua pemberi kontribusi cluster downstream  adalah PT Pertamina Patra Niaga yang membukukan laba bersih US$ 96,03 juta. Disusul PT Pertamina Trans Kontinental sebesar US$ 12,25 juta dan PT Pertamina Retail sebesar US$ 9,65 juta.

Di antara anak usaha Pertamina, posisi Pertamina Lubricants berada di peringkat keenam dalam memberi kontribusi laba bersih kepada induk usaha. Posisi pertama ditempati PT Pertamina EP,  anak  usaha Pertamina di sektor eksplorasi dan eksploitasi minyak dan gas bumi,  dengan laba bersih sepanjang 2016 sebesar US$ 589,70 juta. Posisi kedua hingga empat, ditempati sektor hulu, yaitu  PT Pertamina EP Cepu US$ 22,67 juta, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi US$ 192,5 juta, serta PT Pertamina Hulu Energi US$ 188,86 juta.  Sementara itu, PT Pertamina Gas, yang berada di cluster gas memberi kontribusi laba bersih kepada induk usaha sebesar US$ 158,94 juta.

Afandi, Presiden Direktur Pertamina Lubricants, mengatakan perusahaan tahun ini menargetkan sedikitnya dapat mempertahankan laba bersih seperti tahun lalu. Target kinerja finansial perseroan juga bergantung pada kondisi harga minyak dan kondisi perekonomian global, terutama yang terjadi di Timur Tengah saat ini.

“Kondisi tersebut memengaruhi pada pendapatan dan juga laba bersih perusahaan,” kata Afandi dalam buka puasa bersama para wartawan di Jakarta, Senin (12/6).

Afandi menegaskan, untuk mencapai target kinerja keuangan yang diproyeksikan, Pertamina Lubricants melakukan penetrasi pasar pelumas. Perusahaan tidak lagi mengandalkan pangsa pasar domestik yang dikuasai lebih dari 60%, tapi berupaya meningkatkan pasar luar negeri yang saat ini baru 10%. “Saat ini produk pelumas Pertamina dijual di 22 negara, dengan terbesar di Australia, Afrika Selatan, Singapura dan Vietnam,” ujarnya.

 

Afandi, Presiden Direktur PT Pertamina Lubricants

Pertamina Lubricants memiliki kemampuan produksi sebanyak 535.000 kiloliter per tahun. Pasokan pelumas sebanyak itu ditopang oleh adanya tiga gudang yang menjadi stok nasional, 24 depot supply point, tujuh sales region, lebih dari 160 distributor, dan lebih dari 2.000 outlet Bright Olimart, Olimart, Bengkel Enduro, dan Enduro Express serta penjualan di lebih dari 5.000 SPBU di Tanah Air.

Afandi menjelaskan, tahun ini perusahaan mengalami peningkatan kinerja dalam sektor industri maupun otomotif sekitar 2,5% dibandingkan tahun lalu. Hal tersebut ditopang oleh berbagai pencapaian antara lain di sektor industri, perusahaan memasok pelumas dengan puluhan varian kepada konsumen baru di sektor pertambangan dan semen, K3S, Power Gen, agribisnis, dan agen pemegang merek (APM). “Kami juga terus mendukung kebutuhan pelumas untuk intensifikasi di wilayah baru (jobsite) yang dilakukan konsumen,” ujarnya.

Dengan berbagai inovasi produk dan penguasan pasar domestik yang cukup besar, Pertamina Lubricants memproyeksikan menjadi pemain global di industri pelumas dan masuk ke posisi 15 besar dunia pada 2020. Untuk mencapai target tersebut, perusahaan terus berupaya untuk memperluas pasar, baik domestik maupun internasional dan meningkatkan kualitas produk.

“Keunggulan Pertamina Lubricants antara lain ditunjang dengan sumber daya human capital, technology, knowledge, production facility dan R&D (research and development) yang mumpuni elain adanya tiga pabrik serta jaringan distribusi dan berbagai varian produk yang diperuntukan untuk beragam segmen industri,” katanya. (dr)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)