Dunia Energi Logo Rabu, 18 Juli 2018

Pertamina Lubricants Masih Kontributor Utama Klaster Hilir

JAKARTA– PT Pertamina Lubricants (PTPL), anak usaha PT Pertamina (Persero) di sektor usaha pelumas, masih mempertahankan predikat sebagai kontributor utama sektor hilir (downstream cluster) laba bersih terhadap induk usaha sepanjang 2017.

Laporan Tahunan Pertamina 2017 yang dirilis belum lama ini memperlihatkan, sepanjang 2017, Pertamina Lubricants memukukan kenaikan pendaatan dari US$ 552,42 juta menjadi US$ 719,29 juta (year-on-year). Namun, laba bersih perusahaan turun dari US$ 147,48 juta pada 2016 menjadi US$ 134,60 juta pada 2017. Penurunan tipis juga terjadi pada aset perusahaan, dari US$ 501,83 juta menjadi US$ 500,64 juta.

Pertamina Lubricants akan tingkatkan pasar luar negeri

Pertamina Lubricants Masih Jadi Pemberi Kontributor Terbesar Laba Bersih. (foto: dunia-energi)

Sementara itu, PT Pertamian Patra Niaga (PPN) menjadi kontributor kedua di bawah Pertamina Lubricants. Sama seperti Pertamina Lubricants, PPN juga membukukan penurunan laba bersih dari US$96,03 juta menjadi US$ 84,22 juta. Padahal, pendapatan perusahaan naik menjadi US$ 1.390,37 juta dari US$ 1.232,79 juta (year-on-year). Aset perusahaan juga naik signifikan ari US$ 781,71 juta menjadi US$ 960,39 juta.

Di peringkat ketiga adalah PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) yang membukukan laba bersih US$ 83,22 juta, turun dari US$96,03 juta (year-on-year). Padahal, pendapatan perusahaan naik dari US$ 129,06 juta menjadi US$ 132,95 juta. Di sisi lain, aset juga naik dari US$ 254,02 juta menjadi US$ 287,01 juta.

Posisi juru kunci pemberi kontribusi klaster hilir Pertamina adalah PT Pertamina Retail. Kendati jadi satu-satunya anak usaha di klaster hilir yang laba bersihnya naik (year-on-year), kenaikannya tak signifikan. Pertamina Retail membukukan laba bersih di 2017 sebesar US$ 10,63 juta, naik dari US$ 9,65 juta. Peningkatan ini ditopang oleh pendapatan yang naik dari US$ 804,20 juta menjadi US$ 891,84 juta. Aset perusahaan juga naik dari US$ 136,69 juta menjadi US$ 150,64 juta. (DR)

Baca juga  Wamen ESDM: Proyek Kilang Pertamina Harus Tetap Jalan

Tinggalkan Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.