JAKARTA – Pemerintah telah menetapkan target untuk mengurangi 29% dari emisi gas rumah kaca pada 2030, sebagaimana telah diumumkan Presiden Joko Widodo pada COP21 di Paris, Perancis pada Desember 2015.

“Target ini menunjukkan komitmen terus menerus dan konsistensi dari pemerintah Indonesia dalam memenuhi target penurunan emisi GRK (gas rumah kaca) global. Kami menyambut investor domestik dan internasional untuk mengambil bagian dalam pembangunan ini,” ujar Luhut Binsar Panjaitan, Pelaksana Tugas Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), saat membuka acara 15th World Renewable Energy Congress (WREC) 2016, di Jakarta, Selasa (20/9).

IMG-20160409-WA0003

Kebijakan energi Nasional (KEN) juga telah menetapkan target kontribusi energi terbarukan sebesar 23% di total energi mix pada 2025.  Target tersebut didukung potensi besar sumber daya energi terbarukan, seperti panas bumi, surya, tenaga air, angin, dan biofuel.

Menurut Luhut, semua pemangku kepentingan di sektor energi terbarukan diharapkan dapat bertemu dan membahas berbagai teknologi, isu strategis dan penting, yang pada akhirnya akan membantu dalam penyebaran energi terbarukan dan upaya konservasi di wilayah tersebut.

“Saya juga berharap munculnya pengalaman baru dan terobosan dalam upaya kami secara keseluruhan untuk membuat pengembangan energi baru dan terbarukan sukses besar. Ini adalah salah satu agenda penting yang akan dibahas dalam rangka pengelolaan energi nasional kami selama 2016,” tandas Luhut.(RA)