Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Penurunan Investasi Migas Bukan Semata Akibat Harga Minyak Rendah

JAKARTA – Pemerintah diminta tidak menjadikan harga minyak dunia sebagai biang keladi anjloknya investasi di sektor minyak dan gas. Pasalnya, dengan kondisi yang sama kegiatan eksplorasi di negara tetangga masih cukup masif berjalan.

Daniel Wieczynski, Presiden Direktur Exxonmobil Indonesia, mengatakan hal utama yang menjadi masalah dalam industri migas Indonesia pada dasarnya ada di regulasi dan kebijakan pemerintah yang tidak mendapatkan respon positif dari para pelaku usaha.

“Kalau harga minyak rendah, itu bukan masalah. Exxon ada proyek besar di Vietnam dan Malaysia, baru beli satu pabrik di Papua Nugini dan Singapura. Ini investasi yg cukup besar, itu baru satu anggota IPA,” kata Daniel dalam sesi diskusi Indonesia Petroleum Association Convention and Exhibition 2017 di Jakarta, Kamis (18/5).

Menurut Wieczynski, dimata para investor Indonesia sebenarnya masih menyimpan potensi yang besar, apalagi jika membicarakan potensi migas. Namun disayangkan untuk keatraktifan investasi sektor migas Indonesia ada di posisi belakang.

Kebijakan pemerintah justru membuat pelaku usaha berpikir panjang untuk melanjutkan investasinya. Itu bisa dilihat dari minimnya aktivitas eksplorasi yang seharusnya dilakukan para kontraktor. “Kita siap bekerja sama dengan pemerintah untuk bisa mengubah kondisi tersebut,” tukas dia.

IGN Wiratmaja Puja, Direktur Jenderal Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengakui posisi Indonesia untuk urusan keaktraktifan investasi terus menurun dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini yang harus diatasi pemerintah dengan terus melahirkan regulasi yang diharapkan bisa mengakomodir permintaan para pelaku usaha.
Selain dengan berbagai regulasi, pemerintah juga membuka pintu untuk bersama mendiskusikan skema kontrak bagi hasil antara pemerintah dan kontraktor. Apalagi dengan skema gross split yang sekarang digunakan pemerintah.

Wiratmaja mengatakan pemerintah menyadari kondisi lapangan migas di Indonesia memiliki karakteristik yang berbeda. Untuk itu insentif berupa split tambahan disiapkan. “Tapi tetap kita butuh perhitungan yang jelas agar regulasi ini juga bisa berjalan atau terlihat kelemahannya agar bersama kita perbaiki,” kata dia.(RI)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)