Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Pemerintah Tunggu Proposal Pengelolaan Blok Rokan dari Chevron dan Pertamina

JAKARTA – Pemerintah mendorong PT Chevron Pacific Indonesia segera menyodorkan usulan perpanjangan kontrak Blok Rokan yang akan habis kontraknya pada 2021. Saat ini Blok Rokan merupakan kontributor terbesar produksi minyak nasional.
Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menyatakan posisi pemerintah sekarang adalah menunggu kontraktor existing untuk memberikan usulan terkait berbagai fasilitas yang diinginkan dari pemerintah, jika kontrak lok Rokan diperpanjang.
“Kita mengatakan kepada Chevron, kalau mereka berharap diperpanjang itu usulan mereka apa. Coba sampaikan usulan, kan pemerintah sudah proaktif. Coba sampaikan usulan, nanti kita evaluasi cocok apa tidak,” kata Jonan di Kementerian ESDM, Selasa (1/8).
Meskipun meminta Chevron menyerahkan usulan bukan berarti perusahaan asal Amerika Serikat itu serta merta menjadi calon tunggal untuk melanjutkan pengelolaan Blok Rokan. Pemerintah juga telah meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengajukan usulan serupa.
“Keduanya belum serahkan, yang jelas usulannya harus yang terbaik bagi negara,” ungkap Jonan.
Amien Sunaryadhi, Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas),  sebelumnya mengatakan pemerintah akan memberikan poin plus bagi kontraktor blok terminasi yang mampu dan sukses menjaga kinerja produksinya.
Chevron merupakan salah satu kontraktor yang dianggap cukup sukses menjaga kinerja produksi Blok Rokan, sehingga blok di Provinsi Riau itu masih menjadi penyumbang terbesar produksi minyak nasional dalam beberapa tahun terakhir.
Pemerintah berhati-hati dalam menentukan nasib Blok Rokan. Pasalnya jika produksi di blok tersebut anjlok maka akan berdampak langsung terhadap produksi minyak nasional. Penunjukan kontraktor baru pun dinilai memiliki risiko besar.
Pada semester pertama 2017, Blok Rokan memproduksi rata-rata sebesar 226,5 ribu barel per hari (bph) minyak.
“Pak Menteri ESDM pernah beri gambaran ke semua operator yang kontraknya mau habis, jika existing operator tetap tunjukkan performa produksi yang tinggi, tetap mau investasi, maka akan dilihat prospektif untuk diperpanjang (kontraknya),” kata Amien.(RI)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)