Dunia Energi Logo Rabu, 20 September 2017

Pembangunan Kilang Tuban Dipercepat

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) menargetkan studi pembentukan perusahaan patungan (joint venture) dengan Rosneft untuk membangun Kilang Tuban, Jawa Timur bisa terbentuk pada tahun ini. Hal ini untuk mempercepat pembangunan kilang hingga bisa beroperasi pada 2021.

Time frame-nya memang 2022 selesai. Tapi Pak Presiden Joko Widodo dan Presiden Rusia juga sudah melakukan pembicaraan untuk percepatan pembangunan. Pertamina dan Rosneft sepakat   ingin percepat study persiapan joint venture bisa rampung 2016, 2017 bisa selesai engineering,  groundbreaking  2018 dan 2021 sudah on stream,” kata Dwi Soetjipto, Direktur Utama Pertamina usai penandatanganan framework agreement proyek pembangunan Grass Root Refinery Tuban antara Pertamina dengan OJSC Rosneft di Jakarta, Kamis (26/5).

Menurut Dwi, Rosneft terpilih sebagai partner Pertamina setelah melalui seleksi ketat berdasarkan sejumlah kriteria, seperti kemampuan untuk supply, dan aspek finansial yang kuat. Selain itu, kriteria lainnya adalah pengalaman membangun kilang, pengalaman go internasional, pengalaman membangun teknologi bagus serta memiliki strategi yang sejalan dengan Pertamina.

Kelebihan lainnya yang ditawarkan Rosneft, lanjut dia adalah menawarkan kerja sama di sektor hulu. Pertamina diberikan hak eksklusif untuk meninjau lapangan migas milik Rosneft.

“Rosneft menawarkan share untuk investasi produksi minyak mentah di Rusia. Rosneft juga menawarkan kebutuhan teknologi serta knowledge,” kata Dwi.

Darmin Nasution, Menteri Koordinator Perekonomian, mengatakan dengan kesepakatan antara Pertamina dengan Rosneft, Indonesia telah melangkah maju bertahap menyelesaikan masalah dasar yang sudah lama tidak tersentuh.

“Selama ini Indonesia tidak pernah mengembangkan tiga komponen penting dalam industri di antaranya petrochemical, besi dan basic general chemical dengan turunannya termasuk farmasi. Dengan adanya kerja sama ini kita mulai memperbaiki masalah dasar tersebut mengikuti industri baja yang sudah terlebih dulu mendapatkan partner dari Korea Selatan,” tandas Darmin.(RI)

 

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)