Dunia Energi Logo Minggu, 22 Oktober 2017

Pembangkit Listrik Gas Panaran Resmi Beroperasi

PLTMG Panaran

Pembangkit listrik tenaga mesin gas Panaran.

BATAM – Setelah melalui tahap Engineering Procurement & Construction (EPC) sekitar satu tahun, dan pengujian selama kurang lebih satu bulan, operasional pembangkit listrik tenaga mesin gas (PLTMG) Panaran berkapasitas 3 x 8,1 Megawatt (MW) di Batam akhirnya diresmikan.

EPC pembangkit listrik itu dikerjakan oleh konsorsium PT Medco Power Indonesia, PT Dalle Engineering Construction, dan PT Top Deal International, dengan nilai kontrak sebesar Rp 179,8 miliar. Peresmiannya dilakukan Direktur Utama PT PLN (Persero) Nur Pamudji pada 22 November 2012.

Peresmian itu, bertepatan dengan berlangsungnya Pameran dan Seminar Kelistrikan Indonesia 2012, dalam rangka Hari Listrik Nasional ke-67 di Harmoni One Convention Center Batam. Dengan ditandatanganinya Berita Acara COD oleh bright PLN Batam dan Konsorsium penggarap EPC-nya, PLTMG Panaran dinyatakan sudah melewati beberapa pengujian yang dipersyaratkan, untuk beroperasi secara komersial sejak 31 Oktober 2012.

Nur Pamudji menyebutkan, pembangunan PLTMG Panaran dimulai pada 10 Oktober 2011, dan pemancangan pondasi engine pertama dilaksanakan pada 30 Januari 2012, setelah melalui tahap engineering dan procurement.

Proyek ini merupakan salah satu strategi bright PLN Batam, untuk memperkuat pembangkit milik sendiri. Selain itu, juga untuk menurunkan Biaya Pokok Produksi tenaga listrik, dan merupakan bagian dari pembangunan pembangkit yang berkelanjutan dalam kurun waktu 2011-2016 di sistem Batam.

Bersamaan dengan diresmikannya PLTMG Panaran, diadakan pula peletakan batu pertama MEB Combine Cycle Power Plant (CCPP) dan Chiller di site Panaran, dan terhubung secara langsung melalui video conference ke ruang ballroom tempat berlangsungnya Pameran Kelistrikan Indonesia 2012.

Proyek MEB CCPP ini akan menambah kapasitas sebesar 30 MW, melalui penggunaan chiller sebesar 8 MW dan combined cycle sebesar 22 MW. Sehingga kapasitas total yang akan dihasilkan oleh PLTMG Panaran I setelah dioperasikannya combined cycle tersebut menjadi 85,5 MW.

Power Purchase Agreement  (PPA) MEB CCPP dan Chiller Project ini telah ditandatangani pada 15 Oktober 2012. Dengan rincian bahwa chiller dapat dioperasikan dalam waktu 12 bulan dan combined cycle dalam waktu 24 bulan setelah ditandatanganinya PPA.

“Saya berharap dengan masuknya 3 unit PLTMG ke dalam sistem kelistrikan bright PLN Batam dan dimulainya pembangunan proyek CCPP dan chiller MEB, ketersediaan daya listrik di Batam dan sekitarnya semakin meningkat,” ujar Direktur Utama bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura.

Dengan begitu, lanjutnya, kontinuitas pasokan energi listrik kepada pelanggan menjadi lebih baik dan andal.  Meningkatnya pasokan dan keandalan listrik di Batam, diharapkan dapat menarik investor dalam dan luar negeri.

Direktur Utama Medco Power, Fazil E Alfitri, mengaku merasa bangga sebagai anggota konsorsium, dapat menjadi partner bright PLN Batam dalam melakukan perencanaan teknis, pengadaan dan konstruksi pembangkit listrik untuk memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Batam.

“Ini merupakan wujud komitmen MPI (Medco Power Indonesia) dalam menyediakan pelayanan listrik kepada masyarakat, khususnya Batam dan merupakan sebagian langkah MPI dalam mewujudkan pemenuhan kebutuhan listrik nasional,” tukasnya.

Total Tunggakan Rp 395 Miliar

Jika di Batam berupaya keras meningkatkan keandalan pasokan, giliran PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya dan Tangerang (Disjaya) mengoptimalkan penagihan. Melalui keterangan persnya di Jakarta, Kamis, 22 November 2012, PLN Disjaya menyatakan pencanangan program “Perang Melawan Tunggakan”.

Gebrakan itu dilakukan dengan menugaskan langsung 35 orang pegawai dari Kantor Distribusi, untuk mengawal unit pelaksana dalam upaya menurunkan tunggakan rekening listrik. Program ini dibagi menjadi dua gelombang yakni Gelombang I pada 21 – 23 November 2012, dan Gelombang II pada 28 – 30 November 2012.

Data hingga Oktober 2012, total tunggakan PLN Disjaya mencapai Rp 395 miliar dari 700.000 pelanggan yang menunggak. Dengan adanya Perang Melawan Tunggakan ini diharapkan tunggakan di PLN Disjaya akan turun mencapai Rp 15 miliar di akhir 2012. Setiap bulannya rata-rata pendapatan PLN Disjaya adalah Rp 2,65 triliun dari 4 juta pelanggan.

PLN Disjaya mengimbau masyarakat membayar tagihan rekening listrik tepat waktu, sebelum tanggal 20 setiap bulannya, agar pasokan listrik tetap terjaga dengan baik. PLN akan tetap menindak tegas setiap pelanggan yang menunggak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pembayaran bisa dilakukan lewat ATM, SMS banking, internet banking, maupun tempat-tempat pembayaran listrik lainnya.

(Iksan Tejo / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)