Dunia Energi Logo Minggu, 22 Oktober 2017

Pekerja Migas Nasional Diperkirakan Bertambah 6.700 Orang Tahun Ini

Aktivitas pekerja di sektor hulu migas.

JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik memperkirakan, tahun ini akan terjadi penambahan tenaga kerja sektor hulu minyak dan gas bumi (migas) nasional hingga 6.700 orang.

Besarnya perkiraan jumlah penambahan tenaga kerja nasional sektor hulu migas ini, didasarkan pada persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran (Work Program and Budget/WP&B) 2013 Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKSO) migas dengan anggaran belanja mencapai USD 26,2 miliar.

Menurut Jero, dengan meningkatnya anggaran belanja KKKS migas di 2013, diharapkan pembelanjaan di dalam negeri (penggunaan Total Komponen Dalam Negeri/TKDN) dan pemanfaatan tenaga kerja nasional juga meningkat.

“Kami mendorong kontraktor mengutamakan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) dan pemanfaatan tenaga kerja nasional,” cetusnya usai menyerahkan dokumen WP&B 2013 ke 274 KKKS migas di Jakarta, Selasa, 8 Januari 2013.

Menurutnya, investasi yang dibelanjakan di dalam negeri pada akhirnya dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. “Sekaligus menunjukkan keberpihakan kepada pengusaha nasional,” tambahnya.

Di sisi lain, lanjut Jero, pemanfaatan tenaga kerja nasional akan membuka lapangan kerja. Tahun ini, diperkirakan terdapat tambahan tenaga kerja nasional sekitar 3.700 orang sebagai pekerja langsung di kontraktor KKS.

Jumlah penambahan tenaga kerja akan lebih banyak bila memperhitungkan tenaga kontrak yang diperkirakan sebanyak 3.000 orang. Sehingga diperkirakan penambahan jumlah tenaga kerja nasional di sektor hulu migas tahun ini mencapai 6.700 orang.

TKDN Tahun Lalu USD 8,5 Miliar

Sebelumnya, Deputi Umum Satuan Kerja Sementara Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SK Migas) Gerhard M. Rumeser menyebutkan, nilai komitmen pengadaan barang dan jasa di sektor hulu migas sampai dengan November 2012 sebesar USD 13,74 miliar.

Dari jumlah tersebut, nilai tingkat kandungan dalam negeri (TDKN) mencapai 63 persen atau diestimasikan sekitar USD 8,5 miliar. Pencapaian ini meningkat dari tahun sebelumnya. Tahun 2011, komitmen pengadaan barang dan jasa sebesar USD 11,81 miliar dengan TKDN sebesar 61 persen.

Dia menjelaskan, penggunaan komponen dalam negeri untuk pengadaan jasa mencapai USD 7,06 miliar, sedangkan untuk pengadaan barang sebesar USD 1,53 miliar. “Kami terus berkomitmen meningkatkan TKDN setiap tahunnya,” kata Gerhard di Jakarta, Selasa, 25 Desember 2012.

(Abraham Lagaligo / abrahamlagaligo@gmail.com)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)