Dunia Energi Logo Selasa, 21 November 2017

Moffet Mundur, Freeport Indonesia Tetap Dia Kendalikan

NEW YORK – James Moffet akhirnya tumbang. Direktur eksekutif dan salah satu pendiri Freeport-McMoran terus berada dalam tekanan setelah Dewan Perusahaan sejak beberapa bulan lalu menempatkan dua direktur baru. Moffet dan jajaran dewan telah mencapai kesepakatan atas keputusan itu.

“Setelah pertimbangan baik-baik, dewan memutuskan pergantian kursi kepemimpinan akan menjadi hal baik bagi perusahaan dan pemangku kebijakan,” kata juru bicara perusahaan lewat surat elektronik. Akibatnya, Senin kemarin saham Freeport i jatuh lebih dari 9% ke posisi US$6,86. Ini berarti saham raksasa tambang itu telah turun lebih dari dua pertiga sepanjang tahun ini. Pada Oktober, dilaporkan kerugian hingga kuartal III menyentuh angka US$3,8 triliun.

Menurut laman Reuters.com, meskipun mundur, Moffet tetap akan menjadi konsultan bagi jajaran dewan dan perusahaan dalam beroperasi di Indonesia. Sebab, Moffet memainkan peran penting dalam pengembangan salah satu tambang emas dan tembaga terbesar di dunia, Grasberg. Ini menjadi sinyal kuat bahwa tugas yang harus segera dibereskan salah satunya adalah divestasi saham Freeport yang tengah menjadi sorotan publik di Tanah Air.

Moffet bersama Menteri ESDM Sudirman Said beberapa waktu lalu.

Moffet bersama Menteri ESDM Sudirman Said beberapa waktu lalu.

Gerald J Ford dipastikan akan menjadi chairman non-executive Freeport McMoran, sementara Richard Adkerson tetap menjadi Chief Executive Officer (CEO) Freeport McMoran. “Selama lebih dari 50 tahun berkarier di industri sumber daya alam, Jim Bob (Moffet) telah menjadi ikon sebagai explorationist,” ujar Ford.

Moffet, yang lebih dikenal dengan nama Jim Bob, menjabat sebagai Executive Chairman Freeport McMoran pada 1984-2003. Dia mendirikan McMoran Oil&Gas Co pada 1969 dan memimpin perusahaan merger yang dikenal dengan Freeport Minerals Co pada 1988. Jim Bob dikabarkan akan menerima pesangon sebesar US$16,1 juta dan menjadi dewan konsultan dengan pendapatan sebesar US$1,5 juta per tahun.

Investor miliarder Carl Ichan yang memiliki 8,8% saham Freeport pada 22 September 2015, telah mengkritik biaya penambangan, struktur modal dan kompensasi eksekutif pada saat harga komoditas menurun. Icahn dan Freeport mencapai kesepakatan pada Oktober lalu, membatasi jumlah anggota dewan. Perusahaan akan mengurangi jumlah direksi( menjadi sembilan dari 16 orang, serta memisahkan bisnis migas dari operasi penambangan.

Freeport memasuki bisnis migas pada 2013 dengan mengakuisisi Plains Exploration dan McMoRan Exploration senilai US$9 miliar. “Sejak (Moffett) menjadi ketua, saham telah jatuh jauh dari US$60 menjadi US$7,” kata analis Tigress Financial Parteners, Ivan Feinseth. “Ketika saham itu mendekati US$60, mereka memutuskan untuk diversifikasi dari logam dan pertambangan menjadi minyak. Jadi itu akan menjadi keputusan yang buruk lain.” (LH)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)