Dunia Energi Logo Minggu, 17 Desember 2017

Mobile Power Plant akan Pasok Listrik Sumatera Akhir 2016

JAKARTA – Enam mobile power plant (MPP) yang menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Gas berkapasitas total 350 wegawatt (MW) akan memperkuat sistem kelistrikan Regional Sumatera mulai akhir 2016.

Pembangkit akan disebar ke wilayah Bangka dan Belitung sebanyak tiga MPP dengan total kapasitas 75 MW akan memperkuat sistem kelistrikan Bangka Belitung. Sisanya, disebar ke Nias, Medan, dan Lampung.

Sofyan Basir, Direktur Utama PT PLN (Persero), mengatakan pemilihan pembangkit jenis MPP untuk percepatan rasio elektrifikasi di Regional Sumatera. Hal ini mengingat waktu pembangunan pembangkit MPP yang relatif singkat.

“Pembangkit ini juga menggunakan gas sebagai bahan bakar sehingga lebih ramah lingkungan. Keenam pembangkit ini ditargetkan akan beroperasi akhir tahun ini,” ujar Sofyan saat groundbreaking pembangunan MPP di Bangka Belitung, Rabu (1/6).

Sistem kelistrikan Sumatera pada 2016 terdiri dari sistem Sumatera Bagian Utara yang melayani Provinsi Aceh dan Provinsi Sumatera Utara; sub sistem Sumatera yang melayani Provinsi Riau, Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Lampung; sistem kelistrikan Bangka Belitung dan sistem kelistrikan Kepulauan Riau serta sistemisolated seperti Nias, Mentawai, dan pulau-pulau kecil lainnya.

Pada 2017 diharapkan sistem Sumatera sudah terhubung dengan jaringan 275 kilo-Volt (kV) dan dengan mulai beroperasinya pembangkit-pembangkit baru diprediksi cadangan listrik bisa mencapai 32%.

Selanjutnya, dengan penambahan 11.000 MW pembangkit baru program 35.000 MW serta jaringan transmisi 500 kV yang menghubungkan Sumatera Selatan dan Sumatera Utara sampai Aceh sepanjang 1.300 kilometer (km) yang diharapkan bisa selesai pada 2019. Sistem Sumatera juga akan semakin kuat dan dapat melayani semua pelanggan, termasuk pelanggan besar dan industri, serta menaikkan rasio elektrifikasi 86% pada 2016 menjadi 98% pada 2019.

Presiden Joko Widodo menyampaikan pemerintah saat ini fokus dalam upaya peningkatan infrastruktur kelistrikan. Untuk itu, masyarakat diminta bersabar, mengingat untuk membangun sebuah pembangkit bukanlah hal mudah dan membutuhkan waktu lama.

“Misalnya saja pembangunan sebuah PLTU bisa memakan waktu 3-5 tahun,” tandas Presiden.(RA)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)