Dunia Energi Logo Rabu, 22 November 2017

Laporan Peningkatan Produksi Irak dan Iran Tahan Kenaikan Harga Minyak

JAKARTA – Patokan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni, turun US$1,14 dan ditutup di level US$44,78 per barel di New York Mercantile Exchange pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juli, patokan Eropa, merosot US$1,54 menjadi US$45,83 per barel seperti dikutip Antara.

Laporan peningkatan produksi di Irak dan Iran memperlambat momentum yang mengangkat harga minyak ke tingkat tertinggi pada pekan lalu. Ekspor minyak Irak mencapai rekor 3,36 juta barel per hari pada April, Bloomberg News melaporkan, memperkirakan produksi Iran selama satu bulan mencapai 3,5 juta barel per hari, terbesar sejak Desember 2011.

Assem Jihad, juru bicara Kementerian Minyak Irak, mengatakan pada Minggu bahwa minyak yang diekspor dari Irak meningkat sebesar 2,3 persen pada April dari bulan sebelumnya, menjadi rata-rata 3,364 juta barel per hari.

“Pasar minyak telah berujung ke penurunan setelah libur perdagangan May Day (Hari Buruh Internasional), karena kekhawatiran bahwa produksi OPEC terus meningkat,” kata analis Citi Futures, Tim Evans.

Data Tiongkok menunjukkan aktivitas pabrik melambat pada April dibandingkan bulan sebelumnya. Survei terhadap perusahaan minyak oleh Bloomberg menunjukkan, secara keseluruhan Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) telah meningkatkan produksi selama April, sebanyak 484.000 barel per hari menjadi 33,217 juta barel per hari pada April.(AT)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)