Dunia Energi Logo Minggu, 22 Oktober 2017

Laba Pertamina EP Semester I-2012 Rp 9,8 Triliun

JAKARTA – Sampai dengan akhir semester pertama 2012, PT Pertamina EP telah berhasil mencapai
angka produksi minyak rata-rata 127,8 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 1.050 juta
standar kaki kubik per hari (MMSCFD). Dari situ anak perusahaan PT Pertamina (Persero) ini pada Semester I-2012 berhasil meraup laba bersih setelah pajak sebesar Rp.9,8 triliun.

Presiden Direktur Pertamina EP, Syamsu Alam mengungkapkan, trend peningkatan produksi minyak terjadi pada periode Maret hingga Juni 2012. Pada Maret 2012 produksi mencapai 128,1 MBOPD, April meningkat menjadi 128,9 MBOPD. Produksi terus menanjak hingga berada di atas 130 ribu barel pada Mei sebesar 131,4 MBOPD dan Juni sebesar 131,5 MBOPD.

“Pencapaian kinerja ini lebih tinggi dibandingkan realisasi pada semester pertama tahun sebelumnya yang masing-masing mencapai 123,4 MBOPD untuk produksi minyak, 1.047,7 MMSCFD untuk produksi gas, dan laba setelah pajak sebesar Rp.8,2 triliun,” ucap Syamsu Alam di Jakarta, Rabu, 25 Juli 2012.

Ia pun mengharapkan, pencapaian kinerja ini dapat mengalami pertumbuhan secara signifikan dalam semester kedua 2012. Dengan pertumbuhan tersebut, diharapkan Pertamina EP bisa tampil sebagai produsen migas yang dapat mewujudkan pertumbuhan produksi secara berkesinambungan.

Untuk mewujudkan optimisme peningkatan produksi, lanjutnya, Pertamina EP telah melakukan sejumlah upaya percepatan (breakthrough projects). Antara lain optimalisasi produksi pada asset eksisting, melakukan percepatan pengembangan lapangan baru, memperbanyak pemboran pengembangan, dan Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL). Selain itu, Pertamina EP juga terus melakukan reaktivasi sumur-sumur suspended, kegiatan pengurasan minyak tahap lanjut atau enhanced oil recovery (EOR), dan put on production kegiatan eksplorasi.

Sementara itu untuk mewujudkan pertumbuhan yang berkelanjutan, Pertamina EP melakukan sejumlah terobosan baru dan percepatan pada proyek eksplorasi. Dengan berbagai upaya tersebut, terbukti Pertamina EP mampu menjawab problem penurunan produksi alamiah yang cukup besar, yang mencapai 18% pertahun. Sebaliknya, Pertamina EP justru berhasil melakukan peningkatan produksi yang berkelanjutan (rata-rata 3% per tahun).

Terkait kinerja eksplorasi, Syamsu Alam menuturkan, pada semester pertama tahun 2012, Pertamina EP telah menyelesaikan pemboran 53 sumur pengembangan. Hingga saat ini pun, Pertamina EP masih melaksanakan pemboran 18 sumur pengembangan lainnya. Selain itu, kegiatan kerja ulang (work over) juga telah diselesaikan pada 34 sumur.

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)