Dunia Energi Logo Selasa, 20 Februari 2018

Laba Bersih Bukit Asam Semester I Turun 10,4%

JAKARTA – Penurunan  pos pendapatan keuangan dan kenaikan beban keuangan menekan laba bersih PT Bukit Asam Tbk (PTBA), badan usaha milik negara di sektor energi terintegrasi,  pada semester I 2016. Laba bersih Bukit Asam turun 10,4% menjadi Rp711,77 miliar dibanding semester I 2015 Rp795,16 miliar.

Laporan keuangan Bukit Asam yang dirilis Jumat (29/7), mengungkapkan penghasilan bunga dari penempatan kas pada bank turun dari Rp116,48 miliar pada semester I 2015 menjadi Rp50,97 miliar pada semester I 2016. Sementara itu, beban bunga dari pinjaman bank justru naik dari Rp61,25 miliar menjadi Rp78,58 miliar.

Bukit Asam mencatat pendapatan perseroan Rp6,76 triliun pada semester I 2016, naik 4% dibanding raihan semester I 2015 sebesar Rp6,51 triliun. Kenaikan pendapatan terutama didorong kenaikan volume penjualan batu bara.

Volume penjualan batu bara 10,02 juta ton sepanjang enam bulan pertama 2016, naik 11% dibanding periode yang sama tahun lalu 9,03 juta ton.

Kenaikan volume penjualan berhasil mengkompensasi turunnya harga jual rata-rata batu bara perseroan.  harga jual rata-rata tertimbang pada periode Januari-Juni 2016 sebesar Rp659.240 per ton, turun 6% dibanding periode yang sama 2015 sebesar Rp703.005 per ton. Sementara itu, harga jual rata-rata batu bara untuk ekspor pada periode yang sama US$56,96 per ton, lebih rendah dibanding periode yang sama tahun lalu US$61,37 per ton.

Adib Ubaidillah, Sekretaris Perusahaan Bukit Asam, mengatakan di tengah harga batu bara dunia yang terus tertekan, Bukit Asam tetap menempatkan langkah-langkah efisiensi sebagai salah satu program prioritas pada tahun ini. “Langkah-langkah efisiensi itu di antaranya meliputi optimasi perencanaan tambang, program peningkatan produktivitas dan penyesuaian tarif dengan sejumlah pihak ketiga,” kata Adib. (AT)

Baca juga  Penyedia Jasa PLTD Putuskan Listrik Sepihak, PLN Dinilai Tidak Antisipatif

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)