Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

Juni, Total Bor 14 Sumur Blok Mahakam dengan Dana Pertamina

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) merealisasikan investasinya di Blok Mahakam dengan membiayai pengeboran 14 sumur yang dilakukan PT Total E&P Indonesie sebagai kontraktor existing pada Juni 2017.

Syamsu Alam, Direktur Hulu Pertamina, mengatakan Pertamina menyiapkan dana US$160 juta untuk investasi awal di Blok Mahakam. “Kita drilling akhirnya 14 sumur, site preparation sudah mulai, investasi sekitar US$ 160 juta,” kata Syamsu di Jakarta, Rabu (17/5).

Pertamina sebelumnya menargetkan bisa melakukan pengeboran di 19 sumur dari 25 sumur yang direncanakan. Enam sumur lainnya di bor oleh Total. Namun karena terganjal masalah perpajakan, kajian investasi tersebut kembali dilakukan sampai akhirnya keputusan menetapkan hanya 14 sumur yang mendapatkan persetujuan.

Syamsu memastikan permasalahan pajak yang sempat mengganjal investasi awal Pertamina di Mahakam sudah mencapai titik temu. Padahal awalnya perusahaan plat merah itu sempat keberatan karena dibebankan pajak dari investasi awal di Mahakam.
“Yang menanggung siapa tidak penting yang penting kita sudah diskusi dan selesai,” ungkap dia.

Investasi awal Pertamina merupakan langkah yang terus didorong pemerintah dan Pertamina agar produksi Blok Mahakam tidak anjlok pasca berakhirnya kontrak Total pada 31 Desember 2017.
Menurut Syamsu, dengan adanya realisasi pengeboran 14 sumur diharapkan produksi blok migas yang terletak di Kalimantan Timur tersebut bisa sesuai dengan target pada 2017. Bahkan tidak menutup kemungkinan akan melebihi target.

“Kalau tidak salah 1,4 BCFD – 1,5 BCFD target produksi Mahakam tahun ini. Kalau bisa kita produksikan 14 sumur itu tahun depan,” kata dia.

Kontrak pengelolaan Blok Mahakam PT Total E&P Indonesie dan Inpex Corporation sejak 1967 akan berakhir Desember 2017. Pertamina pun ditunjuk pemerintah sebagai pemilik hak pengelolaan Mahakam selanjutnya dengan opsi memperbolehkan Pertamina menggandeng Total dan Inpex sebagai mitra dengan kepemilikan maksimal 30%. Namun baru-baru ini Total dan Inpex mengajukan proposal untuk bisa menguasai 39% hak partisipasi Blok Mahakam.(RI)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)