TUBAN– Ini salah satu cara Joint Operating Body Pertamina-PetroChina East Java (JOB PPEJ) dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk ikut dalam menciptakan kemajuan bangsa. Melihat fasilitas sekolah dasar negeri (SDN) Rahayu di Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang fasilitasnya kurang memadai selain lokasinya dekat dengan lokasi pengeboran sumur minyak, JOB PPEJ dan SKK Migas mengembangkan bangunan baru SDN Rahayu pada 2014. Dana untuk pengembangan SD tersebut berasal dari dana tanggungjawab sosial perusahaan atau corporate social responsibility (CSR).

Dibangun di atas lahan cukup luas , gedung dua lantai yag terdiri atas 18 ruang kelas ini  sangat memadai untuk proses belajar-mengajar. Lapangan olahraga dan taman yang luas  juga menunjang kegiatan para siswa untuk dapat belajar  di luar ruang kelas.

Dengan daya tampung  mencapai  279 siswa, menjadikan SDN Rahayu pilihan pertama bagi para siswa yang berada di sejumlah desa di Kecamatan Rengel maupun Kecamatan Soko, Tuban.

 

Marching Band SDN Rahayu, Tuban

Sri Rahayu, Kepala SDN Rahayu, mengatakan, kondisi gedung yang representatif dan memiliki media pembelajaran yang lengkap menunjang siswa untuk nyaman melakukan proses belajar mengajar sehingga mempengaruhi prestasi yang diraih siswa.

“Siswa-siswi SDN Rahayu lebih menonjol prestasi di sisi non-akademik. Beberapa prestasi yang diraih hingga tingkat provinsi, salah satunya bidang seni dan olahraga. Bidang kesenian di mana mereka pernah juara tingkat provinsi adalah pantomin. Olahraga tenis meja juga berkembang di kalangan siswa-siswi SDN Rahayu,” ujar Rahayu kepada sejumlah editor yang mengikuti sarasehan dan media gathering yang difasilitasi SKK Migas di Tuban, Jumat  (18/8).

Sri Rahayu mengatakan, pada 2016, SDN Rahayu meraup tujuh prestasi di bidang olahraga di tingkat Kabupaten Tuban. Secara akademik, sekolah yang berada di ring I lapangan migas Mudi dengan operator JOB PPEJ ini, belum menerapkan sistem full day dalam proses belajar-mengajar.

Jumiatin, salah satu guru SDN Rahayu, yang mengajar sejak tahun 2012, mengaku adanya pembangunan gedung baru ini sangat memengaruhi proses belajar-mengajar. Di gedung lama  proses belajar-mengajar siswa kurang nyaman karena suara deru mesin produksi minyak JOB PPEJ terdengar hingga ke dalam ruang kelas. Selain itu, hawa di gedung lama panas.

“Di gedung baru, hawanya lebih sejuk. Proses belajar-mengajar tak terganggu apapun meskipun pada siang hari. Ruang gedung yang luas membuat siswa tetap punya konsentrasi tinggi menerima pelajaran yang diberikan guru di kelas maupun luar kelas. Belajar di gedung ini lebih betah dan nyaman,” ungkap Jumiatin.

Akbar Pradima, Field Admin Superintendent JOB PPEJ, menambahkan, selain pembangunan gedung, sebagai wujud dari komitmen perusahaan terhadap masyarakat disekitar wilayah operasi, JOB PPEJ juga mengalokasikan dana beasiswa pendidikan untuk siswa berprestasi bagi keluarga kurang mampu.

Pada 2015, ada sekitar tujuh sekolah yang berlokasi di wilayah Ring I Tuban dan Bojonegoro mendapatkan beasiswa prestasi dengan total dana sebesar Rp53 juta, yaitu di Desa Rahayu, Bulurejo, Soko Sari, dan Kebonagung yang berlokasi di Tuban. Sementara di Bojonegoro, beasiswa diberikan kepada siswa SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Campurejo, Ngampel, dan Sambiroto.

“Kami akan terus mendorong dan mendukung peningkatan mutu dan prestasi pendidikan anak-anak di Tuban dan Bojonegoro, utamanya yang berada di wilayah Ring I tempat produksi kami,” Akbar. (dudi rahman)