Dunia Energi Logo Jumat, 20 Oktober 2017

ISSP Pasok Pipa Baja Untuk PGAS

Pabrik pipa baja ISSP.

JAKARTA – Emiten produsen produk manufaktur PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk yang listing di Bursa Efek Indonesia dengan kode ISSP, belum lama ini mendapatkan kontrak pengadaan pipa baja dari PT Perusahaan Gas Negara  Tbk (PGAS).

Dalam kontrak pengadaan yang diteken PGAS pekan lalu itu disebutkan, ISSP akan memasok pipa baja berdiameter 24 inchi untuk pembangunan jaringan distribusi PGAS sepanjang 90 kilometer, yang menghubungkan Bitung – Cimanggis, Jawa Barat (Ringline 2).

Total nilai kontrak pengadaan pipa baja ISSP untuk PGAS tersebut mencapai USD 36 juta. ISSP tidak sendiri dalam pengadaan itu, melainkan menggandeng PT KHI Pipe Industries dan PT Indal Steel Pipe, lewat suatu konsorsium (KSO).

Direktur Teknologi dan Pengembangan PGAS, Djoko Saputro mengatakan, pengadaan pipa baja untuk pembangunan jaringan distribusi baru ini, merupakan tindak lanjut dari komitmen PGAS dalam mengembangkan infrastruktur gas bumi khususnya di wilayah Jawa Bagian Barat.

Selain memulai pembangunan jalur pipa Ringline 2, PGAS saat ini juga sedang menyelesaikan Proyek Pembangunan jaringan distribusi Cikande – Bitung (CP3B). Jaringan ini merupakan bagian dari distribusi Bojonegara-Bitung, dimana distribusi Bojonegara – Cikande (CP3A) telah beroperasi tahun lalu.

“Saat ini PGN telah menyelesaikan konstruksi CP3B lebih dari 55 persen,” ujar Djoko Saputro usai penandatanganan kontrak pipa baja dengan konsorsium ISSP di Jakarta, Kamis, 20 Maret 2013.

Menurutnya, penyelesaian kedua jalur tersebut akan memperluas jangkauan penyaluran gas bumi dari pipa transmisi SSWJ yang mengalir melalui Stasiun Bojonegara, dimana akan disalurkan ke pelanggan di jaringan distribusi melalui offtake di Cikande dan Bitung.

“Seperti diketahui sumber gas dari pipa transmisi SSWJ ke Jawa Bagian Barat dialirkan melalui dua stasiun, yaitu Bojonegara dan Muara Bekasi,” kata Djoko.

Ia menjelaskan, proyek distribusi Bitung-Cimanggis merupakan kelanjutan kedua jaringan distribusi utama tersebut, yang akan menghubungkan dengan jaringan distribusi eksisting yang telah beroperasi dari Muara Bekasi ke Cimanggis.

Nantinya jaringan distribusi dari Bojonegara-Cimanggis tersebut akan dapat menyalurkan gas bumi dengan kapasitas maksimum sampai 216 MMMSCFD dengan penyaluran melalui Offtake Cikande dan Bitung sebesar 148 MMSCFD dan penyaluran ke pipeline Bitung – Cimanggis sebesar 68 MMSCFD.

“Jaringan-jaringan ini mempunyai nilai strategis dalam meningkatkan kehandalan penyaluran gas di jaringan distribusi Jawa Bagian Barat, yang meliputi Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat serta dapat menjangkau pasar-pasar baru,” terang Djoko.

(Abdul Hamid/duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)