Dunia Energi Logo Kamis, 23 November 2017

Inspektur Tambang Telah Selesaikan Penyelidikan Awal Runtuhnya Tambang Big Gossan

Upaya penyelamatan pekerja Freeport yang terjebak di reruntuhan tambang bawah tanah Big Gossan.

Upaya penyelamatan pekerja Freeport yang terjebak di reruntuhan tambang bawah tanah Big Gossan.

JAKARTA – PT Freeport Indonesia mengumumkan bahwa Inspektur Tambang dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menyelesaikan penyelidikan awal terkait dengan kecelakaan yang terjadi di Fasilitas Pelatihan Tambang Bawah Tanah “Big Gossan” di Mimika, Papua.

Menurut Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia, Daisy Primayanti, Inspektur Tambang Kementerian ESDM juga telah memberikan rekomendasi terkait dengan kegiatan operasional PT Freeport Indonesia.

“Berdasarkan rekomendasi tersebut, kegiatan pemeliharaan telah dilaksanakan di fasilitas operasional tambang bawah tanah PT Freeport Indonesia, dan seiring dengan itu, kegiatan produksi perusahaan pun diharapkan akan dapat segera dimulai kembali setelah selesainya inspeksi yang dikoordinasikan dengan pejabat pemerintah yang berwenang,” ujar Daisy di Jakarta, Rabu, 29 Mei 2013.

Perlu diketahui, lanjutnya, kegiatan operasional Freeport Indonesia di tambang terbuka dan di mill telah dimulai secara bertahap sejak 28 Mei 2013. Freeport saat ini sedang melakukan evaluasi terkait dengan dampak terhadap kegiatan produksi, dan akan memberikan informasi tersebut setelah proses evaluasi selesai dilaksanakan.

“Perusahaan menaati rekomendasi dari Kementerian ESDM, dan akan terus bekerjasama secara penuh dengan pejabat pemerintah. Manajemen PT Freeport Indonesia, juga telah menginformasikan hal ini kepada seluruh pekerja perusahaan,” kata Daisy lagi.  

Masih menurut Daisy, hari ini pekerja serta kontraktor Freeport Indonesia, telah melanjutkan kegiatan kerja seperti biasa.

“Perusahaan terus menekankan pentingnya keselamatan kerja, seiring dengan dimulainya kegiatan operasional. Keselamatan selalu menjadi prioritas utama kami, dan pekerja adalah aset utama kami,” jelasnya.

Seperti diketahui, pada Selasa, 14 Mei 2013, terowongan yang berfungsi sebagai failitas pelatihan di tambang bawah tanah Big Gossan runtuh, sehingga menewaskan 28 pekerja Freeport Indonesia. Sedangkan 10 korban lainnya mengalami luka-luka, dan saat ini sedang dalam tahap pemulihan.

(Iksan Tejo / duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)