Dunia Energi Logo Senin, 20 November 2017

Infrastruktur Gas Masih Tertinggal, Pemerintah Dorong Pembangunan Secara Masif

JAKARTA – Pemerintah mengharapkan pembangunan pipa gas open access ruas Gresik-Semarang sepanjang 267 km yang dibangun PT Pertamina Gas atau Pertagas , anak usaha PT Pertamina (Persero) bisa menjadi infrastruktur penting untuk menyambungkan sumber dan daerah pengguna gas yang berada di Pulau Jawa.

Wiratmaja mengatakan saat ini Indonesia harus mengejar ketertinggalan dalam bidang infrastruktur migas, khususnya gas bumi. Untuk itu diperlukan pembangunan infrastruktur yang masif untuk mengejar ketertinggalan tersebut. “Karena ke depan gas akan menjadi energi yang dipakai dimana-mana,” katanya.

Wiratmaja mengatakan salah satu kebutuhan yang cukup besar untuk memasok gas adalah untuk kebutuhan pembangkit listrik. Apalagi dalam program 35.000 MW listrik yang sudah dicanangkan pemerintah, sekitar 20%-nya akan menggunakan bahan bakar gas.

“Jadi bisa dibayangkan akan terus meningkatnya kebutuhan gas ke depannya,” kata dia dalam keterangan tertulisnya.

Tidak hanya untuk kebutuhan listrik, pembangunan infrastruktur gas juga diharapkan bisa memenuhi kebutuhan gas untuk pabrik pupuk dan berbagai industri lainnya yang saat ini mulai banyak beralih dari BBM ke BBG. Termasuk juga gas untuk rumah tangga yang dibutuhkan masyarakat.

Menurut Wiratmaja, pembangunan infrastruktur gas sangat penting lantaran mampu memicu pertumbuhan ekonomi yang merata. “Pembangunan ruas Gresem ini bisa segera terwujud lantaran bakal menjadi urat nadi infrastruktur gas di utara Pulau Jawa,” katanya.(RA)

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)