Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

Indonesia Infrastructure Week 2017, Tingkatkan Daya Saing Nasional ke Kancah Global

JAKARTA – Dalam rangka menghadapi tantangan maraknya pembangunan infrastruktur skala besar, pemerintah menyelenggarakan event Indonesia Infrastructure Week 2017 di Jakarta Convention Center (JCC). Ajang konstruksi tahunan yang bertemakan “Era Baru Industri Konstruksi Indonesia diselenggarakan mulai tanggal 8 hingga 10 November 2017.
Bersamaan dengan ajang Indonesia Infrastructure Week 2017, juga digelar pameran Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017.
Acara in dibuka oleh Bambang Brodjonegoro, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional(PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, didampingi Danis Sumadilaga, Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan Rosan Roeslani, Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin).
“Kami sambut gembira atas diselenggarakannya acara ini. Setiap tahun peserta bertambah, semakin tinggi peran swasta untuk membangun infrastruktur,” kata Bambang dalam pembukaan ajang Indonesia Infrastructure Week 2017, Rabu (8/11).
Sementara itu, menurut Danis, infrastruktur skala besar harus didukung dengan kesiapan industri konstruksi dan kesiapan rantai pasok konstruksi sumber daya konstruksi.
Ajang ini  bisa dijadikan sebagai bahan untuk meningkatkan daya saing infrastruktur Indonesia di kancah dunia. “Karena dengan ajang ini, para stekholder konstruksi dalam negeri bisa ikut belajar kepada pemain konstruksi dari berbagai negara di seluruh dunia,” ujar Danis.
Danis mengatakan bahwa infrastruktur yang andal merupakan kunci utama dalam meningkatkan daya saing Indonesia. Oleh karena itu, segenap upaya akan dicurahkan terus menerus dalam upaya membangun infrastruktur untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain yang telah lebih maju infrastrukturnya.
Dalam acara ini juga disampaikan penerbitan Undang-undang (UU) Jasa Konstruksi Nomor 2 Tahun 2017, yang hadir membawa harapan baru untuk mendukung percepatan pembangunan Infrastruktur. Melalui UU ini, diharapkan penguatan stakeholder Jasa Konstruksi terutama rantai pasok Industri Konstruksi dan Usaha Penyediaan Bangunan.
Konstruksi Indonesia 2017 diikuti oleh lebih dari 300 perusahaan terbaik di sektor konstruksi infrastruktur, baik lokal maupun Internasional dengan memamerkan beragam produk peralatan serta teknologi konstruksi terbaru yang inovatif hingga jasa konstruksi. Pameran ini juga menghadirkan 34 workshop CPD (Continuous Professional Development) bersertifikat gratis yang berfokus pada berbagai topik pendidikan penting. Manajemen Proyek, Inovasi & Teknologi, dan Smart City adalah tema utama, yang akan membantu profesional industri mengembangkan keterampilan dan pengetahuan di bidang yang sangat penting bagi kesuksesan bisnis di masa depan.
Konstruksi Indonesia 2017 dan The Big 5 Construct Indonesia 2017 dirancang sebagai jembatan bagi beragam elemen di sektor konstruksi, mulai dari pihak kontraktor swasta, pemerintah, BUMN, akademisi dan masyarakat luas untuk berbisnis dan berdiskusi sekaligus mendorong perkembangan industri konstruksi yang potensial.(RA)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)