Dunia Energi Logo Minggu, 19 November 2017

Hubungkan Listrik Batam – Bintan, PLN Bangun Kabel Bawah Laut

Pemasangan jaringan kabel listrik bawah laut.

BATAM – PT PLN (Persero) akan menghubungkan sistem kelistrikan pulau Batam dengan pulau Bintan melalui jaringan listrik interkoneksi kabel listrik bawah laut 150 kilo Volt (kV).

Kontrak proyek pembangunan kabel listrik bawah laut ini, telah diteken Direktur Utama PLN, Nur Pamudji bersama leader konsorsium Mr. Yoshiro Matsui sebagai Chief Staff Viscas Corporation, dan Permadie Setiakusuma sebagai Presiden Direktur PT Karya Mitra Nugraha, pada Kamis, 21 Maret 2013 di Batam.

Proyek ini terdiri dari koridor barat, berupa pemasangan kabel listrik bawah tanah 150 kV sepanjang 1.000 meter, dan kabel listrik bawah laut sepanjang 3.450 meter dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Tanjung Kasam di Pulau Batam ke Pulau Ngenang, melewati Pulau Tanjung Sauh. Dua pulau itu terletak di antara Batam dan Bintan.

Kemudian dilanjutkan koridor timur dengan memasang kabel listrik bawah laut 150 kV sepanjang 6.550 meter, dari pulau Ngenang ke Tanjung Taloh di pulau Bintan.

Lama pelaksanaan proyek pembangunan jaringan interkoneksi Batam – Bintan ini sekitar 14 bulan sejak ditandatanganinya kontrak, sehingga diharapkan pada pertengahan tahun 2014 sudah selesai.

Dengan demikian pada tahun 2014 Bintan sudah mendapat suplai listrik dari Batam sehingga kebutuhan listrik di Bintan dapat terpenuhi.

Acara penandatanganan kontrak ini dihadiri juga oleh Kepala Divisi Pengadaan Strategis PT PLN (Persero) Wahyudi Agus, Direktur Utama Bright PLN Batam, Dadan Kurniadipura, serta General Manager PLN Unit Induk Pembangunan Jaringan Sumatera 1 , Said Bamatraf.

Adapun perusahaan yang tergabungan dalam konsorsium proyek ini adalah VISCAS Corporation, PT Karya Mitra Nugraha, PT Intan Mufakat Raya, dan PT Forma Ocean Indonesia

Saat ini PLTU Tanjung Kasam 2 x 55 Megawatt (MW) telah beroperasi. Dengan beroperasinya PLTU Tanjung Kasam tersebut, maka daya di Batam bertambah dan sistem kelistrikan Batam menjadi lebih andal.

Untuk memaksimalkan daya yang dihasilkan pembangkit tersebut, maka kelebihan daya di Batam akan disalurkan ke pulau-pulau sekitar seperti Pulau Bintan dan Belakang Padang.

(Iksan Tejo/duniaenergi@yahoo.co.id)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)