Dunia Energi Logo Jumat, 22 September 2017

Harga Minyak Mentah Indonesia Mei 2016 Naik US$7,48 Per Barel

JAKARTA – Harga rata-rata minyak mentah Indonesia pada Mei 2016 berdasarkan perhitungan Formula ICP mencapai US$ 44, 68 per barel atau naik sebesar US$ 7,48 per barel dibanding harga rata-rata April sebesar US$ 37,20 per barel.

Tim Harga Minyak Indonesia seperti dikutip situs Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kamis (2/6) juga menyebutkan harga SLC/Minas mencapai  US$ 49,46 per barel,  naik sebesar US$ 12,21 per barel  dari US$ 37,25  per barel pada April 2016.

Peningkatan harga minyak mentah Indonesia sejalan dengan membaiknya harga beberapa minyak mentah utama di pasar Internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain : pasar minyak yang dalam beberapa bulan terakhir dalam kondisi oversupply akan menjadi defisit pada Mei 2016. Goldman Sach merevisi naik permintaan minyak dunia tahun 2016 sebesar  0,2 juta barel per hari menjadi 1,4 juta barel per hari, khususnya mengantisipasi peningkatan permintaan dari China

Selain itu terdapat penurunan produksi minyak dari negara-negara Non OPEC. Berdasarkan publikasi International Energy Agency (IEA) Mei 2016, produksi minyak negara-negara Non OPEC pada April 2016 turun 0,125 juta barel per hari menjadi 56,6 juta barel per hari dibandingkan Maret 2016.

Berdasarkan publikasi mingguan EIA, tingkat produksi minyak mentah Amerika Serikat pada 20 Mei 2016 kembali turun sebesar 58 ribu barel per hari  dibandingkan 29 April 2016 menjadi 8,77 juta barel per hari, terendah sejak September 2014.

Pada awal Mei 2016 juga terdapat gangguan produksi hingga lebih dari 1,5 juta barel per hari di Kanada, Nigeria dan Ghana. Kebakaran hebat di Fort McMurray-Kanada memicu perusahaan oil sand menghentikan produksi hingga 1,2 juta barel per hari pada awal Mei 2016, sehingga produksi Kanada selama Mei 2016 turun sebesar 660 ribu barel per hari dibandingkan April 2016 menjadi 3,7 juta barel per hari (terendah sejak 2014).

Beberapa perusahaan Minyak Nigeria, selama bulan Mei 2016, mengumumkan kondisi force majeure pada kegiatan ekspor dikarenakan kebocoran pipa Shell (Minyak Mentah Bonny Light) pada 11 Mei dan pipa ExxonMobil (Minyak Mentah Qua Iboe, export grade terbesar di Nigeria) pada 13 Mei.Di Ghana, Tullow menyampaikan produksi minyak pada awal Mei 2016 masih sebesar 30 ribu barel per hari pasca kerusakan FPSO di  Lapangan Jubilee, turun 70 ribu barel per hari jika dibandingkan produksi 2015.

Sementara itu, berdasarkan publikasi mingguan Energy Information Administration (EIA), terjadi peningkatan permintaan gasoline dan penurunan stok gasoline Amerika Serikat pada akhir Mei 2016 dibandingkan akhir April 2016. Tingkat permintaan gasoline naik 14 ribu barel per hari menjadi 9,516 juta barel per hari.Stok gasoline turun 1,7 juta barel menjadi 240,1 juta barel.

Stok minyak pada negara OECD juga menurun. Berdasarkan publikasi EIA, stok minyak mentah komersial dan distillate Amerika Serikat akhir Mei 2016 dibandingkan akhir April 2016 berturut – turut lebih rendah 6,3 juta barel dan 6,1 juta barel, menjadi 537,1 juta barel dan 150,9 juta barelBerdasarkan publikasi OPEC (MOMR) Mei 2016, stok minyak komersial negara OECD turun sebesar 11,5 juta barel pada bulan Maret 2016, dibandingkan bulan Februari 2016, menjadi 3.049 juta barel

Pengoperasian rig minyak di dunia (kecuali Cina dan FSU) turun hingga 71 rig pada April 2016 dibandingkan Maret 2016 menjadi 1.057 rig. Berdasarkan publikasi Baker Hughes, oil rig di Amerika Serikat pada 27 Mei 2016 turun 16 rig dibandingkan 29 April 2016 menjadi 316 rig.(AT)

 

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)