Dunia Energi Logo Jumat, 17 November 2017

Harga Minyak Kembali Naik Didorong Aksi Beli Sejumlah Pedagang

JAKARTA-Harga minyak mentah  kembali meningkat dari posisi terendah dalam 12 tahun terakhir pada Kamis (Jumat pagi WIB), terangkat oleh ayunan optimisme di pasar ekuitas setelah kerugian tajam sejak awal 2016 didorong para pedagang yang mulai membeli kembali setelah aksi jual besar-besaran. Meskipun data minyak mentah yang keluar pada Kamis negatif, para pedagang membeli kembali karena harga minyak menyentuh tingkat terendah sejak Mei 2003.

Kantor berita AFP melaporkan patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Maret, melonjak US$1,18 atau sekitar 4,2% menjadi berakhir di US$ 29,53 per barel pada hari pertama kontrak Maret diperdagangkan di New York Mercantile Exchange.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Maret, patokan Eropa, menetap pada US$29,25 per barel di London, meningkat US$1,37 atau sekitar 4,9% dari penutupan Rabu. Pada Rabu, kedua kontrak telah ditutup pada tingkat terendah dalam lebih dari 12 tahun. Para analis mengatakan pasar minyak mencari posisi terbawah setelah jatuh sekitar 70% dalam 18 bulan.

“Pasar minyak menunjukkan tanda-tanda stabilisasi setelah pelemahan baru-baru ini, dan kami melihat beberapa ruang untuk koreksi teknis, terutama jika pasar ekuitas global dapat memulihkan kepercayaan mereka baru-baru ini,” kata Tim Evans dari Citi Futures.

Setelah turun tajam selama 12 tahun terakhir, harga minyak mentah kembali naik tipis.

Setelah turun tajam selama 12 tahun terakhir, harga minyak mentah kembali naik tipis.

Saham-saham AS mengikuti pasar Eropa lebih tinggi pada Kamis didorong petunjuk dari Bank Sentral Eropa untuk potensi stimulus tambahan bagi zona euro yang lesu pada awal Maret. Indeks S&P 500 naik 0,8% pada akhir perdagangan.

Menambahkan dorongan terhadap sentimen, laporan pemerintah AS bahwa peningkatan persediaan minyak mentah lebih kecil dari yang diperkirakan.

Departemen Energi AS mengatakan persediaan minyak mentah melonjak 4,0 juta barel pekan lalu, sehari setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan kenaikan lebih besar pada 4,6 juta barel.

“Penambahan itu secara efektif dihargakan setelah API melaporkan sekalipun peningkatan itu lebih besar,” kata analis Capital Gain, Fawad Razaqzada. “Jadi, ini bukan semacam berita bearish yang dicari,” katanya.

Gene McGillian dari Tradition Energy mengatakan pasar yang oversold sudah matang untuk berbalik lebih tinggi yang kemungkinan akan singkat.

“Sampai kita telah menghargakan semua kekhawatiran tentang pelambatan pertumbuhan ekonomi, terutama di Tiongkok dan negara-negara berkembang, atau kita bisa melihat tanda-tanda kelebihan pasokan akan mereda, pasar masih memiliki ruang untuk bergerak di sisi negatifnya.”

Khalid al-Falih, Pimpinan Saudi Aramco, produsen minyak mentah terbesar di dunia, mengatakan pada Kamis bahwa tokoh utama OPEC, Arab Saudi, bisa menahan periode harga murah berkepanjangan. “Jika harga tetap rendah, kami akan dapat bertahan untuk waktu yang lama,” kata Khalid di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. (DR/ANT)

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)