Dunia Energi Logo Senin, 20 November 2017

Harga Emas Turun Dipicu Pelemahan Ekuitas AS

JAKARTA– Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Rabu (Kamis pagi WIB), setelah ekuitas AS melemah menjelang pemungutan suara penting tentang rancangan undang-undang perawatan kesehatan di kongres AS. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik US$3,2 , atau 0,26 persen, menjadi menetap di US$1.249,70 per ounce.

Indeks Dow Jones Industrial Average AS turun 41 poin atau 0,2 persen pada pukul 18.00 GMT. Analis mencatat bahwa ketika ekuitas membukukan kerugian maka logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman.

Para investor secara cermat memantau kemajuan rancangan undang-undang perawatan kesehatan yang diusulkan oleh partai Republik dan didukung oleh Presiden AS Donald Trump, karena mereka khawatir bahwa jika RUU ini gagal lolos di majelis rendah kongres, itu akan menjadi tanda bahwa agenda ekonomi pemotongan pajak dan belanja infrastruktur Presiden Trump akan jauh lebih sulit untuk dicapai daripada yang diharapkan.

Para analis percaya bahwa banyak keuntungan pasar sejak pelantikan presiden AS yang baru, didasarkan pada harapan untuk kebijakan-kebijakan ekonominya. Jika harapan ini berkurang, investor cenderung untuk pindah ke emas karena sifat “safe haven” ketika nilai ekuitas kemungkinan akan terkena dampak.

Emas diberi dukungan lebih lanjut karena indeks dolar AS turun 0,1 persen menjadi 99,65 pada pukul 18.20 GMT. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar turun maka emas berjangka akan naik, karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih murah bagi investor.

Selain itu, laporan yang dirilis oleh National Association of Realtors AS pada Rabu (22/3) menunjukkan bahwa penjualan “existing home” (rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan “home resales”) mengalami penurunan sebesar 3,7% selama Februari.

Analis mencatat bahwa angka ini adalah dalam kisaran ekspektasi tapi lebih buruk dari konsensus, sehingga memberikan dukungan terhadap logam mulia. (DR/ANT)

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)