Dunia Energi Logo Kamis, 21 September 2017

Harga Emas Naik Didorong Pelemahan Dolar AS

JAKARTA– Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir lebih tinggi pada Senin (Selasa pagi WIB), didukung oleh pelemahan dolar AS. Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Agustus naik US$4,50 atau 0,36 persen, menjadi menetap di US$1.247,40 per ounce.

Tidak ada data utama ekonomi AS yang dirilis pada Senin sehingga fokus pedagang terutama pada dolar AS. Logam mulia mendapat dukungan karena indeks dolar AS turun.

Bursa AS menguat pengaruhi penurunan harga emas

Dolar AS melemah sehingga mendorong kenaikan harga emas

Indeks adalah ukuran dari dolar terhadap sekeranjang mata uang utama. Emas dan dolar biasanya bergerak berlawanan arah, yang berarti jika dolar naik maka emas berjangka akan jatuh karena emas yang diukur dengan dolar menjadi lebih mahal bagi investor.

Ketua Federal Reserve Janet Yellen gagal memberikan sinyal waktu kenaikan suku bunga berikutnya dalam sambutan terbarunya pada Senin.

Dalam pidato publik terakhir sebelum pertemuan kebijakan Fed Juni pada pekan depan, Yellen mengatakan kenaikan suku bunga AS mungkin sedang di perjalanan, tetapi tidak menyebutkan tentang waktu kenaikannya.

Pada akhir pekan lalu, harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir naik tajam karena data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang buruk menyebabkan lonjakan dalam harga logam mulia. Emas mendapat dukungan luas karena Departemen Tenaga Kerja AS merilis laporan ketenagakerjaan besar pada Jumat yang menunjukkan penggajian (payrolls) non pertanian meningkat jauh lebih buruk dari perkiraan 38.000 dan angka dua bulan sebelumnya direvisi lebih rendah sebesar 59.000, yang juga lebih buruk dari yang diperkirakan.

Analis percaya laporan yang lebih buruk dari perkiraan ini kemungkinan berdampak pada ekspektasi investor untuk pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) Federal Reserve AS dijadwalkan bulan ini.

Sejak rilis risalah dari pertemuan FOMC April, para pedagang yakin Fed akan menjaga kenaikan suku bunga pada Juni di atas meja, tetapi dengan rilis data ketenagakerjaan yang buruk ini, investor percaya the Fed akan menaikkan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan FOMC Juli.

Para pedagang sedang menunggu laporan produktivitas dan biaya yang akan keluar pada Selasa, Survei Lowongan Pekerjaan dan Perputaran Tenaga Kerja pada Rabu, laporan klaim pengangguran mingguan pada Kamis, serta laporan sentimen konsumen pada Jumat.

Laporan Xinhua menyebutkan, perak untuk pengiriman Juli bertambah US$8,20 sen atau 0,50 persen menjadi ditutup pada US$16.447 per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli naik US$14,60 atau 1,49 persen menjadi ditutup pada US$996,50 per ounce. (DR/ANT)

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)