Dunia Energi Logo Sabtu, 26 Mei 2018

Golden Energy Bagi Dividen US$115 Juta

JAKARTA – PT Golden Energy Mines Tbk (GEMS) akan membagikan dividen final tahun buku 2017 sebesar US$ 115 juta. Sebagian dividen final, yakni masing-masing sebesar US$15 juta dan US$60 juta telah dibagikan sebagai dividen interim dan telah dibayarkan kepada seluruh pemegang saham masing-masing per 16 Agustus 2017 dan 12 Januari 2018.

 

Sisanya, US$40 juta atau sebesar US$0,0068 per saham atau setara dengan Rp 94,76 per saham (dengan menggunakan kurs tengah Bank Indonesia per tanggal 2 Mei 2018, US$1 = Rp 13.936).

 

“Dividen final akan dibagikan kepada para pemegang saham sesuai dengan persentase kepemilikan saham dengan memberikan wewenang kepada direksi perseroan untuk menentukan tata cara dan waktu pembagian dividen final tersebut,” kata Bonifasius, Presiden Direktur Golden Energy usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Kamis (3/5).

 

RUPST Golden Energy menerima dengan baik dan menyetujui penetapan penggunaan laba bersih setelah pajak yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku yang berakhir pada  31 Desember 2017 sebesar US$117,72 juta. Dari jumlah laba bersih tersebut disetujui sebesar US$1 juta ditetapkan sebagai cadangan wajib guna memenuhi ketentuan pasal 70 Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007 yang akan digunakan sesuai dengan Pasal 20 Anggaran Dasar Perseroan.

 

Sisa laba bersih setelah dikurangi dengan dana cadangan dan dividen final, yakni sebesar US$1,72 juta dibukukan sebagai laba ditahan.

 

Golden Energy merupakan induk dari 18 anak perusahaan yang 15 di antaranya bergerak dalam bidang pertambangan melalui anak perusahaannya dan perdagangan hasil tambang serta perdagangan lainnya dengan nilai kalori berkisar 2.900 hingga 6.600 GAR (gross as received).

Baca juga  Tarif Listrik 12 Golongan Pelanggan Tidak Akan Naik hingga Juni

 

Perseroan memiliki hak penambangan atas konsesi area di Kalimantan Selatan, Jambi, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Tengah dengan luas area 42.904 ha dengan total sumber daya dan cadangan sekitar 2,5 miliar ton dan 837,9 juta ton. Pada 2017, perseroan mencatat produksi 15,59 juta ton batu bara dan penjualan 17,10 juta ton batu bara.(RA)

Tinggalkan Komentar