Dunia Energi Logo Sabtu, 18 November 2017

Genjot Pertumbuhan, PDSI Sasar “Non-Captive Market”

BOGOR- PT Pertamina Driling Service Indonesia (PDSI), anak perusahaan PT PERTAMINA (Persero) terus mengembangkan pasar non captive untuk memperkuat bisnis perusahaan. “Kami masuk ke dalam berbagai tender jasa pengeboran perusahaan-perusahaan di luar Pertamina Group yang pasarnya masih menjanjikan,” ujar Direktur Utama Faried Cahyono.
Pada 2013, perusahaan jasa pengeboran ini mampu meraup laba bersih $38 Juta,dengan tingkat pertumbuhan 4%. Pertumbuhan positif ini memacu manajemen perusahaan untuk memperluas segmen pengguna jasa yang berasal dari perusahaan migas maupun geothermal. Saat ini, PDSI menjadi market leader dengan menguasai 14% pasar pengguna rig secara nasional yang total pemainnya mencapai 36 perusahaan.
Faried Rudiono menyebutkan , dominasi atas market share ini merupakan modal utama bagi PDSI yang baru berdiri sejak Juni 2008 untuk mengembangkan usaha non captive market, yaitu di luar Pertamina Group. Dengan memanfaatkan 41 unit pemboran darat (land rig) yang berkapasitas 250 – 2000 HP, perusahaan akan melakukan ekspansi rig base untuk mendukung program Pertamina dan pengembangan pasar baru yang meliputi Guaranteed rig availability untuk Pertamina, penambahan revenue dari non captive dan operasi offshore.
Dalam bisnis pemboran onshore dan offshore serta layanan penunjang pengeboran lainnya,lanjut Faried, sebagai besar peralatan PDSI beroperasi di lingkungan anak perusahaan Pertamina. Saat ini, perseroan mengoperasikan 34 rig berkapasitas 250 – 1500 HP di PT Pertamina EP (PEP), 4 unit rig di PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), 2 unit rig di PHE-Medco Tomori, 2 unit rig di PT Pertamina EP Cepu, dan 1 unit Jack Up Rig di PHE-WMO. Dalam pengoperasian alat tersebut, PDSI berhasil mengurangi downtime pada angka 3% sesuai dengan standar industry dengan tingkat penyelesaian lebih awal dari yang dijadwalkan pada kontrak.
“Rig yang kami miliki terus menyokong kegiatan usaha Perusahaan, dengan tingkat ketersediaan (availability) mencapai 98,21%. Dengan utilisasi 80,92% kami yakin bisnis jasa pengeboran yang dikembangkan PDSI memiliki peluang untuk lebih berkembang di masa mendatang termasuk untuk meraih kontrak-kontrak dari non captive market,”katanya
Selain pengoperasian alat, kinerja PDSI juga terlihat pada peningkatan jumlah pemboran sumur. Dari 290 sumur (2012), kini menjadi 303 sumur (2013). (AH/dunia-energi@yahoo.co.id

 

Berikan kami pemikiran anda

(dimulai dengan http://)